Maluku wajib hindari ketergantungan pada satu komoditas

oleh -49 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Beberapa daerah atau wilayah di Indonesia sangat menggantungkan harapannya pada salah satu komoditi saja.

Ironinya, saat komoditi dimaksud mengalami pelemahan ekonomi, justru membuat daerah dimaksud menghadapi kesulitan dalam mempertahankan perekonomiannya.

Daerah yang sangat bergantung pada hanya satu komoditas, terlihat sekali bahwa mereka mengalami pelemahan saat komoditasnya melemah, termasuk di antaranya Provinsi Papua.

Karena itu, Provinsi Maluku dianjurkan untuk tidak hanya bergantung pada satu komoditi saja.

Link Banner

Hal ini ditegaskan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Sri Mulyani Indrawati, di sela-sela kuliah umum di Universitas Pattimura Ambon, Rabu (7/3).

”Sebab begitu komuditasnya terjadi perlemahan, maka akan juga membuat kondisi ekonomi menjadi sangat rapuh,” ujarnya.

Baca Juga  Dharma Oratmangun Minta Kader Tidak Adu Airlangga dengan Bamsoet

Menurutnya, perekonomian Indonesia saat ini mengalami tantangan dari sisi domestik.

Dimana, Indonesia memiliki potensi, penduduknya besar, populasinya mudah, sehingga disebut memiliki demografi deviden.

”Kita memiliki potensi dari sisi sumber daya alam. Namun kita menghadapi juga berbagai tantangan, distribusi ekonomi, tidak hanya antar wilayah namun antar kelompok pendapatan,” jelasnya.

Dalam tahun 2018 ini, jelasnya, ada beberapa event baik di tingkat regional, nasional maupun di tingkat global.

Sebut saja Pilkada Serentak, persiapan Pileg dan Pilpres tahun 2019, penyelenggaraan Asean Games di bulan Agustus 2018 maupun meeting internasional yang akan dihadiri sekitar 15 ribu tamu dari luar negeri.

Karena itu, terangnya, semakin meningkatnya kebutuhan belanja negara juga bermuara pada peningkatan perpajakan atau tax ratio.

Baca Juga  Ibukota Indonesia Pindah ke Kaltim, Begini Reaksi Warganet. Kocak Abis..

”Coba kita lihat APBN kita sebagai instrument pembangunan. APBN dalam teori ekonomi dia merupakan kebijakan fiskal. Di dalam APBN ada 3 fungsi yang sangat penting. APBN itu bisa mempengaruhi alokasi, distribusi dan stabilisasi. Dari apa? Melalui  sisi belanja maupun dari sisi penerimaan,” pungkasnya. (Keket)