Mantan Anggota Sekte Seks Harun Yahya Dipaksa Operasi Plastik Tanpa Anestesi

oleh -188 views
Link Banner

Porostimur.com, Ambon – Harun Yahya atau yang juga dikenal dengan nama Adnan Oktar adalah tokoh di dunia Islam di Turki yang banyak menerbitkan buku dan video sains dengan menggabungkan antara agama ilmu pengetahuan. di balik sosoknya yang terkenal cerdas dan bijak, Harun Yahya ternyata membangun sekte seks dan kriminal.

Kasus Harun Yahya pun menjadi mendunia karena pria 64 tahun itu dihukum penjara selama 1.075 tahun karena serangkaian kejahatan yang dia lakukan. Dia telah membangun sekelompok pengikut setia yang dicuci otak selama beberapa dekade, dengan menjalani kehidupan mewah dikelilingi oleh wanita glamor yang dijuluki sebagai ‘anak kucing’, sementara pengikut laki-laki mudanya adalah ‘singa.’

Baca Juga  Gubernur AGK Curhat, Presiden Janjikan 15 Trilyun untuk Kota Baru Sofifi

Harun Yahya akhirnya dinyatakan bersalah atas sepuluh tuduhan kejahatan terpisah termasuk memimpin geng kriminal, pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, pelecehan seksual sampai tuduhan pemerkosaan. Dia pun dituduh telah terlibat dalam spionase politik atau militer.

Operasi Plastik Tanpa Anestesi

Sejumlah mantan anggota sekte yang tinggal bersama Harun Yahya telah mengungkapkan bagaimana penderitaan mereka saat tinggal bersamanya. Baru-baru ini, wanita bernama Seda Isildar mengungkapkan tentang kesakitan yang ia rasakan saat tinggal dengan Harun Yahya. Dia dipaksa untuk operasi plastik.

Seda bergabung di sekte tersebut saat usianya 15 tahun (kini 50 tahun). Saat itu Sada masih SMP dan begitu polos sehingga dia menuruti perkataan Harun Yahya yang saat itu diminta untuk menikahinya.

Baca Juga  Istana Luruskan Pernyataan Menhub Soal Izinkan Lagi Transportasi Beroperasi

Penderitaan emosional berubah dari emosional menjadi fisik ketika dia dipaksa melakukan operasi hidung tanpa anestesi di usia 20 tahun. Dia masih ingat palu yang mereka gunakan untuk memukul wajahnya.

“Itu mengerikan. Aku menghitung berapa kali mereka memukul palu dan memahat ke hidungku,” ungkap Seda, seperti dikutip dari Sunday Times.

Butuh delapan tahun sebelum akhirnya Seda bisa melarikan diri. Kini, Seda telah memulai hidup baru di Kanada.

(red/detikcom)