Porostimur.com, Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat tipis pada pembukaan perdagangan, Selasa (9/6/2026). Meski menunjukkan penguatan, posisi rupiah masih bertahan di atas level psikologis Rp18.000 per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 09.34 WIB rupiah di pasar spot tercatat menguat 9,50 poin atau 0,05 persen ke level Rp18.178 per dolar AS.
Pergerakan Mata Uang Asia Beragam
Di kawasan Asia, pergerakan mata uang utama terpantau bervariasi terhadap dolar AS. Yen Jepang melemah 0,02 persen, sementara dolar Hong Kong stagnan.
Di sisi lain, dolar Singapura menguat 0,09 persen, won Korea Selatan naik cukup signifikan sebesar 0,66 persen, dan peso Filipina menguat 0,06 persen.
Sementara itu, dolar Taiwan terkoreksi 0,12 persen dan rupee India melemah 0,81 persen. Yuan China juga tercatat naik 0,05 persen, diikuti ringgit Malaysia yang menguat 0,38 persen serta baht Thailand naik 0,16 persen.
Tertekan Sentimen Global
Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan pergerakan rupiah dalam sepekan ke depan masih berada dalam tekanan eksternal.
Ia menyebutkan rupiah berpotensi bergerak dalam rentang Rp17.950 hingga Rp18.250 per dolar AS, seiring meningkatnya ketidakpastian global.
“Eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah dan ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga tinggi dari The Fed menjadi faktor utama yang menekan rupiah,” ujarnya.










