Masjid “Seng” Desa Taa di Pelosok Pulau Seram yang Terisolir

“Bila musim hujan tiba, warga tidak bisa melaksanakan sholat dimasjid karena bocor parah. Apalagi kalau ada angin kencang, warga semakin takut sholat di dalam masjid. Kita khawatir kalau tiba-tiba dinding atau atap masjid lepas dan menimpa kami,”ungkap Bang Ade (Jamaah Masjid).

Porostimur.com | Ambon: Masjid Ar-risalah atau lebih dikenal dengan Masjid Seng berada di Desa Taa, Kecamatan Kilmury, Kabupaten Seram Timur, Provinsi Maluku. Masjid disebut sebagai Masjid Seng karena material utama bangunanya adalah seng bekas.

Dilansir dari laman masjidnusantara.org, usia masjid sudah tua dan mengalami kerusakan di semua bagian. Meski begitu, 95 KK muslim di Desa Taa masih bersemangat sholat dimasjid jika kondisinya memungkinkan.

Warga tak punya pilihan lain karena masjid terdekat jaraknya 3 kilometer dan hanya bisa diakses dengan jalan kaki. Akses Desa Taa masih terisolir, tak ada kendaraan umum yang melintas didaerah ini.

Jarak Desa Taa ke Kota Maluku sekitar 30 kilometer. Namun harus melewati laut untuk bisa sampai kota. Hal ini menyebabkan lamanya perjalanan yang harus ditempuh. Inipun dengan catatan ada transportasi laut yang lewat karena tidak setiap hari ada “ojek laut”.

“Sampai saat ini, Desa Taa belum teraliri listrik. Ada sebagian warga yang menggunakan mesin diesel berbayar. Kalau masjid, beroperasinya dimalam hari menggunakkan lampu pelita untuk kegiatan sholat magrib, isya, dan subuh berjamaah”, ungkap Bang Ade.

“Warga ingin memiliki masjid yang baru, karena kondisi masjid saat ini sudah tidak layak. Kami ingin memiliki bangunan masjid seperti pada umumnya sehingga bisa sholat dengan tenang dan nyaman. Anak-anak kami juga bisa mengaji tanpa kami merasa khawatir”, tambah Bang Ade. (red/rtm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: