Masyarakat Desa Kwamor Menuntut PLN Selesaikan Program Tahun 2019

oleh -146 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Sejauh ini Masyarakat Desa Kwamor, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) terus menggunakan pelita sepanjang malam, sebagai sumber penerang tanpa menikmati kehadiran listrik, padahal awal tahun 2019 program PLN sudah berjalan 75 persen.

Hal ini membuat masyarakat menuntut pihak PLN agar dapat menuntaskan atau menyelesaikan program tersebut supaya desa mereka juga dapat dialiri listrik.

Masyarakat Desa Kwamor merasa dianak tirikan oleh pemkab SBT dan merasa tidak ada kepedulian dari pihak PLN untuk menangani kondisi “kegelapan” mereka.

Salah satu Pemuda Desa Kwamor, Atudin Tella mengungkapkan bahwa di awal tahun 2019, program PLN yang dibangun di Desa Kwamor dan pembangunannya sudah berjalan hampir 75% selesai. Diantaranya yaitu pemasangan tiang listrik dan kabel yang katanya sebagai penyimpan mesin. Namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda pekerjaan yang akan dilakukan pihak PLN untuk menyelesaikan program tersebut.

“Bayangkan tiang-tiang yang sudah di bangun sejak tahun 2019 itu sampai saat ini belum bisa beroperasi sebagaimana mestinya. Hal ini tentunya membuat masyarakat kita mempertanyakan anggaran yang digunakan untuk pembangunan PLN di Desa Kwamor”, ujarnya kesal.

Baca Juga  Kadis Pendidikan SBB: Tidak Ada Anggaran, Banyak Program yang Tak Jalan

Menurutnya, tiang-tiang yang berbaris rapi sepanjang jalan serta kabel-kabel yang tergantung hanya sebagai pajangan dan hanya bisa menjadi ayunan burung-burung semata. Padahal pada saat Pilkada maupun Pileg, masyarakat disuguhkan dengan janji-janji manis pemerintah SBT.

“Sebagai putra Desa Kwamor, Kecamatan Seram Timur, saya berharap bapak bupati dan wakil terpilih serta anggota legislatif sebagai representatif rakyat agar kiranya membentuk tim untuk meninjau langsung kondisi masyarakat diberbagai desa dan kecamatan yang belum tersentuh, salah satunya Desa Kwamor dengan masalah listrik ini”, harapnya.

Penulis:Pieter
Editor:Alena