Masyarakat Maluku dihimbau tetap tenang dan tidak terprovokasi

oleh -60 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon :Mengantisipasi merembesnya insiden bom bunuh diri di Kota Surabaya ke Maluku, seluruh warga Maluku, khususnya di Kota Ambon, dihimbau agar tetap tenang dan tidak terprovokasi.

Begitupun masyarakat diminta membantu aparat yang bertugas di lapangan untuk mengamankan kamtibmas.

Hal ini ditegaskan Wakil Kapolda (Wakapolda) Maluku, Brigjen (Pol) Hassanudin, saat menghadiri apel Panggilan Luar Biasa (PLB), di Lapangan Tahapary-Tantui, Minggu (13/5).

”Dihimbau kepada seluruh masyarakat Maluku khususnya di Ambon, agar tetap tenang dan damai. Dan jangan juga bercuriga terhadap petugas yang sedang menjalankan tugas, khususnya di saat melaksanakan ibadah ketika ada pemeriksaan. Dikarenakan hal tersebut demi kepentingan bersama,” ujarnya.

Menurutnya, apel PLB ini ditujukan untuk meningkatkan kewaspadaan jajaran Polda Maluku dalam menghadapi dan menangani serangan teroris.

Baca Juga  Kunjungan Bersama Satgas Covid-19 Malut, Kasrem Puji Penerapan Prokes di Taliabu

Untuk itu, akunya, langkah preventif yang wajib dilakukan berupa pengecekan anggota, perlengkapan, kendaraan hingga kesiapan personil apabila sewaktu-waktu diperlukan.

”Berawal dari kejadian di Kelapa Dua, Lembaga Permasyarakatan Cabang Salemba, yang dimana tewasnya 5 anggota polisi, serta Insiden penusukan 2 orang Brimob oleh seorang wanita, maka jangan beranggapan bahwa Maluku aman-aman saja,” jelasnya.

Diakuinya, setelah melalui tahapan pengecekan jumlah anggota, diketahui 105 anggota tidak hadir tanpa keterangan dan sedang dicek keberadaanya.

Belajar dari insiden di Kota Surabaya, terangnya, masing-masing anggota Polri diwajibkan untuk selalu waspada dan siaga.

”Dihimbau kepada seluruh anggota yang bertugas baik itu Shabara, Lantas, maupun Bimas agar berhati-hati dan selalu siap siaga dalam menjalankan tugas sesuai prosedur SOP, jangan sampai bekerja sendiri,” tegasnya.

Baca Juga  Nusalaut dan Ambon Diguncang Gempa Pagi ini

Langkah preventif lainnya yang ditempuh pihaknya, yakni pengamanan pada rumah ibadah maupun asrama dan mako hingga rumah dinas Polri sekalipun.

”Akan diperketat penjagaan rumah dinas dan rumah-rumah ibadah, dikarenakan modus pengeboman melalui pengantaran paket dari oknum-oknum yang tidak dikenal,” pungkasnya. (keket)