Mateos Berhitu, Dulang Prestasi Tanpa Apresiasi

oleh -53 views
Link Banner

@Porostimur.com |Ambon : Mateos Berhitu pelari Ultra Marathon asal Kota Ambon Provinsi Maluku untuk kedua kalinya mengharumkan nama Bangsa dan negara Indonseia khususnya Kota Ambon di kejuaraan Lari Ultra Marathon di negara Malaysia.

Berhitu kembali menunjukan kualitasnya sehingga meraih prestasi di kategori 283 KM dengan meraih juara satu dalam pertandingan tersebut dan dia merupakan satu-satunya pelari yang sampai ke garis finish.

Sabtu (26/7) lalu sang juara lari Ultra Marathon Tour De Malaysia Rising 283 KM itu tiba di Bandara Pattimura Ambon. Tak ada perayaan tanpa penyambutan. Berhitu pulang ke dalam sepi tiada apresiasi.

Sopir angkot yang memiliki kemampuan berlari ultra, atau lebih dari 100 km, dan itu telah ia buktikan di berbagai ajang lomba lari jarak jauh tingkat nasional maupun international”

Link Banner

Pelari ini memiliki segudang prestasi, mulai dari juara satu Ultra Marathon 69 KM di Kolaka Sulteng (2016), Juara satu Tambora Challenge Lintas Sumbawa 320 Km di NTB dua tahun berturut- turut (2016 dan 2017), juara satu Ultra Marathon 200 Km di Bogor (2017), juara satu Bintaro Ultra 120 Km di Jakarta (Maret 2018), dan beberapa juara di perlombaan lainnya. Yang terkini adalah Juara Ultra Marathon Tour De Malaysia Rising 283 KM, Juli 2019 lalu.

Baca Juga  Investigasi Kematian Warga di Boven Digoel, Komnas HAM Papua Keluarkan 5 Rekomendasi

Mirisnya, sejak 2016 untuk pembinaan harus menggunakan biaya pribadi. Ia katakan bahwa dirinya fokus latihan lari setelah bekerja sebagai sopir angkot, dari sekitar pukul 13.00 hingga malam hari. Untuk daerahnya kurang mendapat perhatian dari pemerintah daerah setempat atau pihak yang terkait.

Jika atlet lainnya memiliki pelatih atau ofisial yang menemani saat berlomba, maka tidak dengan dirinya yang berlatih sendiri.

Namun yang lebih menyedihkan, ketika pulang ke Ambon selepas mengharumkan nama bangsa, tak ada yang menyambutnya sama sekali, apalagi pemberian bonus seperti halnya Muhammad Zohri ketika berhasil menjadi juara dunia lari 100 meter dunia tingkat yunior.

Iya dia Matheos Berhitu,’ pria asal Nusa Laut, kelahiran 4 Desember 1972, sang juara dalam sepi itu, masih memiliki agenda mengikuti beberapa kejuaraan international.

Baca Juga  Kantor Pemasaran Minyak Harum 52 Resmi di Buka

Semoga Presiden, Menpora, dan PB PASI dan terutama pemerintah Maluku dapat memberikan perhatian khusus bagi atlet berbakat dan berprestasi ini”

Tetap semangat Nyong (red)