Pemkot Ambon, kata Bodewin, selama ini berupaya menjaga keterjangkauan harga kebutuhan masyarakat melalui berbagai kebijakan. Karena itu, relokasi RPH harus dipastikan tidak bertentangan dengan upaya tersebut.
“Jangan sampai RPH dipindahkan, tetapi kemudian biaya angkut meningkat dan pada akhirnya harga daging ikut naik. Itu yang harus kita pastikan melalui kajian,” tegasnya.
RPH di Mardika Dinilai Tak Lagi Ideal
Meski belum final, Bodewin tidak menutup kemungkinan RPH tetap dipindahkan ke Tawiri.
Ia meminta organisasi perangkat daerah teknis segera melakukan kajian untuk menentukan lokasi yang paling efektif dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, tata ruang, lingkungan, serta kebutuhan masyarakat.
Di sisi lain, keberadaan RPH di kawasan Pasar Mardika juga bukan tanpa persoalan.
Lokasi pemotongan hewan yang berada di tengah kawasan dengan aktivitas masyarakat dan perdagangan yang padat dinilai kurang ideal. Persoalan bau, kebersihan dan lingkungan menjadi bagian dari keluhan yang selama ini muncul.
Karena itu, kebutuhan untuk menata kembali lokasi RPH tetap menjadi perhatian Pemkot Ambon.
Namun, pemerintah harus menemukan titik keseimbangan. Relokasi tidak boleh hanya menyelesaikan persoalan tata ruang dan lingkungan, tetapi kemudian menimbulkan persoalan baru berupa meningkatnya ongkos distribusi dan harga daging.









