Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon

oleh -36 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Sesosok mayat laki-laki paruh baya tanpa identitas di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon tepatnya depan ruangan transit penumpang.

Penemuan mayat ini pertama kali dilaporkan oleh saksi Muhammad Saleh (47) tahun ke petugas Polsek Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Jumat (11/10/2019 pukul 06.30 wit.

Mendapat laporan dari saksi, Personil Kepolisian Pos Pelabuhan Yos Sudarso langsung mendatangi TKP,

Saat tiba di TKP posisi mayat terlentang dengan memakai celana panjang warna Ungu dan sarung bermotif kotak-kotak warna merah putih berada di leher tanpa menggunakan baju dan badan korban terlihat kaku dan mata melotot.

Saksi Muhammad Saleh menjelaskan, sekitar pukul 02.55 Wit, saksi yang sementara berada di ruangan tunggu mendengar teriakan sebanyak 2 ( dua ) kali dari arah depan ruangan transit penumpang.

Baca Juga  Jelang Buka Puasa, Polres Halsel Bagi Takjil & Makanan Siap Saji

Setelah mendengar teriakan kemudian saksi langsung menuju ke arah suara teriakan dan melihat seorang laki-laki dengan posisi badan terlentang.

Saat  mendekati dengan maksud menanyakan keadaan korban, saksi kaget dikarenakan badan laki-laki paruh baya sudah kaku dan telah meninggal dunia.

Saksi Saleh menambahkan, pada hari, Rabu (09/102019) pukul 11.00 Wit saksi melihat Petugas dari Kesehatan Pelabuhan sempat memeriksa kesehatan dan memberikan obat kepada korban, namun korban tidak mau makan dan meminum obat.

Selanjutnya pada pukul 09.25 Wit, Jenazah tanpa identitas tersebut di bawa ke rumah sakit Bhayangkara Polda Maluku dengan menggunakan Mobil Ambulance Kesehatan Pelabuhan Yos Sudarso Ambon untuk pemerikasaan lebih lanjut.

Baca Juga  Warga Waitulia dan Titdoy ingin Putra Asli Sula Jadi Bupati Kepulauan Sula

Dari hasil pemeriksaan luar tim medis, tidak di temukan tanda-tanda kekerasaan terhadap korban.

Sementara iTunes, Ampi Sekewael, (42) tahun, Pekerjaan cleaning service PT. Pelindo, Ambon, menjelaskan korban sudah sekitar 5 (lima) bulan berada di Pelabuhan Yos sudarso dan tidur di depan ruangan transit penumpang.

Ampi bersama teman-teman dan juga beberapa pedagang asongan sering memberikan makanan kepada korban yang mana korban tidak pernah berkomunikasi dengan orang-orang yang berada di pelabuhan. (keket)