Media Israel Tercengang, Tawanan yang Dibebaskan Hamas Tidak Mengalami Perlakuan Buruk

oleh -106 views

Porostimur.com, Tel Aviv — Media Israel soroti kepulangan para tawanan Israel yang dibebaskan dari Gaza tanpa mengalami penyiksaan atau perlakuan buruk. Channel 12 Israel mengatakan, mereka bertemu dengan sejumlah kerabat tawanan Israel yang dibebaskan oleh Hamas di Gaza.

Channel 12 mengonfirmasi bahwa para tawanan tidak mengalami penyiksaan atau perlakuan buruk dalam bentuk apa pun. Namun Channel 12 mengatakan para tawanan hanya menerima makanan dalam jumlah terbatas. Karena dalam dua minggu terakhir, Gaza hampir kehabisan bahan makanan, sehingga mereka harus puas dengan beras dalam jumlah sedikit.

Israel masih tidak mengizinkan tawanan yang dibebaskan untuk berbicara kepada media.  Namun, ada pula kerabat mereka yang berbicara kepada media tanpa menyebut nama mereka. Para tawanan di Gaza diizinkan mendengarkan saluran radio Israel.

Baca Juga  Kasat Reskrim Polres Malra Terkena Panah saat Amankan Bentrok antar Pemuda

Pada tanggal 24 November, jeda kemanusiaan yang awalnya ditetapkan selama empat hari antara Israel dan faksi-faksi Palestina mulai berlaku pada pukul 7 pagi, waktu setempat. Perjanjian jeda kemanusiaan tersebut mencakup pembebasan 50 tawanan Israel dari Gaza dengan imbalan pembebasan 150 warga Palestina, serta masuknya ratusan truk bermuatan bantuan kemanusiaan, bantuan medis dan bahan bakar ke seluruh wilayah Jalur Gaza.

Pada Senin (27/11/2023) Qatar mengumumkan perpanjangan jeda kemanusiaan sementara selama dua hari. Qatar bersama Mesir telah memfasilitasi perundingan tidak langsung antara Hamas dan Israel. Mereka mengatakan, ada kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata selama dua hari. Sebelumnya Israel dan Hamas sepakat untuk gencatan senjata selama empat hari yang dimulai pada Jumat (24/11/2023) dan berakhir pada Senin (27/11/2023).

Baca Juga  Yamaha Fino Final Edition Meluncur, Diproduksi Terbatas Cuma 999 Unit

“Kami punya perpanjangan dua hari lagi. Ini adalah langkah yang sangat positif,” kata Duta Besar Qatar untuk PBB Alya Ahmed Saif Al-Thani kepada wartawan setelah pertemuan tertutup Dewan Keamanan PBB.

Kepala Layanan Informasi Negara Mesir (SIS), Diaa Rashwan mengatakan, perpanjangan tersebut akan mencakup pembebasan 20 sandera Israel yang ditangkap oleh Hamas selama serangan 7 Oktober di Israel selatan. Sebagai imbalannya, 60 tahanan Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel akan dibebaskan.

Sebelumnya, Hamas dilaporkan menginginkan perpanjangan gencatan senjata selama empat hari sementara Israel menginginkan perpanjangan dengan syarat tertentu. Seorang pejabat Israel menegaskan kembali posisi Israel bahwa mereka akan menyetujui satu hari gencatan senjata tambahan untuk pembebasan setiap kelompok yang terdiri dari 10 sandera.  Sebagai imbalannya, jumlah tahanan Palestina yang dibebaskan setiap kali akan mencapai tiga kali lipat jumlahnya.

Baca Juga  Real Count KPU 37% DPR RI Dapil Maluku: NasDem Hampir Pasti Terhempas dari Senayan

Israel melancarkan kampanye militer besar-besaran di Jalur Gaza menyusul serangan lintas batas oleh Hamas pada 7 Oktober. Pengeboman Israel telah membunuh sedikitnya 14.854 warga Palestina, termasuk 6.150 anak-anak dan lebih dari 4.000 wanita. 

sumber: republika

No More Posts Available.

No more pages to load.