Melalui Webinar, Basudara Maluku Bahas Solusi Pembangunan Papua

oleh -177 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Himpunan Mahasiswa dan Pemuda yang tergabung dalam Basudara Maluku menggelar Web Seminar (Webinar) dengan tema “Keberhasilan Pemerintah Membangun Papua dalam Prespektif Basudara Maluku”.

Webinar yang dimoderatori oleh Alumni IAIN Ambon, Randi Tohiyano, menghadirkan 2 narasumber yang cukup dikenal oleh kalangan mahasiswa karena merupakan akademisi yakni Wakil Rektor III Unpatti, Dr. Jusuf Madubun, M.Si dan Dosen IAIN Ambon, Dr. Abidin Wakano, M.Ag.

Dari sisi pembangunan dan pembentukan Sumber Daya Manusia (SDM), Dr. Jusuf Madubun, M.Si mengatakan bahwa selain dengan pembangunan infrastuktur, yang dibutuhkan Papua adalah pembangunan SDM.

“Secara fisik, pembangunan Papua dapat dilihat dari berbagai pembangunan infrastruktur yang telah berhasil memberikan berbagai peningkatan. Disisi lain, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Papua masih dibawah daerah lainnya. Hal tersebut karena yang dibutuhkan Papua tidak hanya infrastruktur, namun pembangunan SDM”, ujar Jusuf Madubun dalam sambutan Webinar tersebut.

Warek III Unpatti tersebut juga menyatakan bahwa Pemerintah harus fokus dalam mengubah status sosial masyarakat Papua, salah satunya melalui penguatan Program ADik atau Afirmasi Pendidikan Tinggi.

Baca Juga  Cipta kondisi, 3 pilar kamtibmas gelar pemusnahan 300 liter miras

“ADik merupakan program Pemerintah yang sangat baik dalam memberikan masyarakat Papua akses dan kesempatan untuk belajar. Namun demikian, perlu adanya perpanjangan batas biaya pembiayaan biaya pendidikan (UKT), penambahan biaya hidup, ketersediaan biaya pembinaan hingga biaya khusus untuk hal yang darurat bagi masyarakat Papua”, tambahnya.

Sementara itu dari sisi keberagaman umat, Dr. Abidin Wakano, M.Ag menjelaskan bahwa masyarakat Papua dan Maluku termasuk dalam satu kesatuan Ras Mealenesia, dan memiliki relasi yang sangat kuat baik secara psikologis maupun historis.

“Secara psikologis, orang-orang Papua memanggil orang Maluku dengan sebutan kakak karena kita merupakan satu kesatuan yang sama yakni Ras Melanesia. Hal tersebut menjadi sebuah spirit/semangat dalam upaya pembangunan di Papua maupun Maluku”, ujarnya.

Baca Juga  Ombak Besar Hantam Manado, Pusat Perbelanjaan Tergenang Air Laut

Pihaknya menilai bahwa pembangunan berbagai infrastuktur untuk kemajuan Papua oleh Presiden Joko Widodo sangat baik, namun masih diperlukan upaya untuk lebih mendekatkan diri kepada orang asli Papua khususnya melalui dialog, pertemuan dan sharing session.

“Kedepannya, Pemerintah harus tetap menjaga masyarakat Papua, relasi Papua dengan Maluku dapat dijadikan cara untuk mendekatkan diri dengan Papua. Di Indonesia, cukup banyak suku dan budaya, oleh karena itu dialog-dialog Papua tanah damai dalam memperkuat relasi itu sangatlah penting. Menjadi satu bangsa bukan karena warna kulit yang sama namun karena kita semua satu saudara”, ucap mantan Ketua MUI Prov. Maluku tersebut.

Dalam Closing statement, Randi Tohiyano menyatakan bahwa sesuai data BPS, IPM Papua dan Papua Barat meningkat pada tahun 2018 dan tingkat kemiskinan di Papua dan Papua Barat juga menurun. Hal tersebut menunjukkan bahwa kesejahteraan masyarakat Papua semakin meningkat. Di Maluku, masih banyak mahasiswa Papua yang mengungkit permasalahan rasisme. Namun, masyarakat yakin bahwa seluruh masyatakat Papua mengakui adanya keberagaman. (andi)