Memalukan, Indonesia Masuk Daftar Aib PBB Karena Tolak Resolusi Genosida

oleh -372 views
Link Banner

Porostimur.com | New York City: Indonesia masuk ke List of Shame (Daftar Aib) di PBB. Penyebabnya, Indonesia menolak mendukung resolusi untuk mencegah genosida, kejahatan perang, pembersihan etnis, dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Indonesia memilih “No” pada voting yang berlangsung Selasa (18/5).

List of Shame itu dirilis oleh UN Watch yang mendukung HAM, melawan diktator, dan standar ganda.

Dalam daftar itu, Indonesia bersanding dengan China, Suriah, Korea Utara, Venezuela, Kirgizstan, Zimbabwe, Venezuela, Burundi, Belarusia, Eritrea, Bolivia, Rusia, Mesir, Kuba, dan Mesir.

Totalnya, ada 115 negara yang mendukung resolusi tersebut, seperti Finlandia, Australia, Belgia, Jepang, Korea Selatan, Turki, Malaysia, Uni Arab Emirat, Yaman, Swiss, Thailand, dan lain sebagainya.

Baca Juga  Sejarah Baru, 3 Aktor Muslim Masuk Nominasi Golden Globe

Ada pula negara yang memilih abstain seperti Singapura dan India.

Keputusan Indonesia ini mendapatkan antipati dari banyak netizen di Twitter. Salah satu kritikan berasal dari mantan anggota DPR dan Menpora Roy Suryo yang menyebut hasil vote Indonesia merupakan hal yang “ambyar,” dan ia berkata perlu ada klarifikasi sebab Indonesia masuk “List of Shame.”

Menlu Retno Hadiri Majelis Umum PBB dan Fokus Bahas Isu Palestina

Menlu Retno Marsudi memimpin pertemuan virtual COVAX AMC Engagement Group (EG) Meeting ke-4 pada Senin (17/5). (Dok: Kemlu RI)

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi telah tiba di New York dalam agendanya menghadiri Majelis PBB yang akan fokus membahas isu Palestina dan Israel belakangan ini. 

Selain itu, seperti tertuang dalam Twitter @Menlu_RI tertanggal 19 Mei 2021, Menlu Retno juga menyebutkan bahwa ia pun akan menemui Sekjen PBB Antonio Guterres, Presiden Majelis Umum PBB Volkan Bozkir dan sejumlah Menteri Luar Negeri yang juga turut hadir.   

Baca Juga  Wakapolres Kepulauan Sula Tidak Tahu Ada Kasus Penebangan Pohon Kelapa di Auponhia

Sejauh ini, PBB terus mendesak negara konflik untuk segera meredakan ketegangannya. PBB juga terus menyampaikan keprihatinannya atas konflik yang terpaksa menewaskan banyak nyawa, termasuk perempuan dan anak-anak. 

(red/liputan6)