Calvin Tetelepta Mencak-mencak di Kantor Gubernur Sulsel: Ini Kacau Sekali

oleh -33 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Lantaran menganggap proyek kereta api Trans Sulawesi sangat kacau, Deputi I Staf Kepresidenan Febri Calvin Tetelepta tak bisa menahan emosi. Febri bahkan meluapkan kemarahannya itu dengan menggebrak meja ketik sedang menggelar rapat proyek nasional di Kantor Gubernur Sulsel, Rabu (10/22021) kemarin.

Dikutip dari SuaraSulsel.co.id, Febri menganggap proyek kereta api Trans belum juga rampung karena masalah pembebasan lahan. 

“Terlalu lama ini masalah. Kita tidak tahu akhirnya akan seperti apa ini (kereta api),” kata Febri sambil memukul meja.

Ia mengatakan masalah lahan tak kunjung rampung. Tiap tahun, hanya lahan terus yang dibahas. Progres kereta api pun tak menunjukkan hasil yang baik.

“Tiap tahun ini masalah, apalagi masalah tanah. Padahal, ini masalah gampang bisa diselesaikan dengan baik. Kacau semua ini. Sorry saya marah karena ini kacau sekali,” jelasnya.

Baca Juga  Berikan Tausiah di HUT Pertama JMSI, ini 10 Poin KEJ Ala Ustadz Abdul Somad

Ia mengaku ditugaskan Presiden untuk memastikan proyek ini jalan. Apalagi, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah mendesak ada percepatan.

“Presiden perintahkan ini jalan, bagaimana kita mau kerja baik kalau masalah ini terus. Saya gak ada urusan dengan teknis proyek, gak ada. Saya hanya mau pastikan ini jalan.
Tapi kita semua kayak main-main,” keluhnya.

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Timur, Jumardi menambahkan persoalan tanah memang memang masih menjadi perkara. Kemenhub mengeluhkan sulitnya membebaskan lahan di Sulsel.

Karenanya, Balai Perkeretaapian masih terus melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait. Termasuk diharapkannya dukungan dan kerja sama dari masyarakat.

“Karena persoalan pembebasan lahan soal kereta api ini beda dengan pembebasan lahan untuk jalan. Sulit sekali,” keluhnya.

Baca Juga  Kapolda Maluku Terima Audiensi PT Bank Madiri Taspen Kantor Cabang Ambon

Febry Calvin Tetelepta Lahir di Ambon, 14 Februari 1969. Memperoleh gelar sarjana filsafat dari Universitas Kristen Indonesia Ambon, dan Magister Hukum dari UKI Jakarta.

Menjadi Tenaga Ahli Utama KSP sejak 2015 membidangi masalah infrastruktur dan perhubungan.

Pada tahun 2015, Febry juga menjabat sebagai Wakil Ketua Lembaga Sensor Film (LSF). Febry memiliki pengalaman sebagai komisaris pada sebuah perseroan milik swasta.

Febry dilantik menjadi Deputi I KSP Bidang Infrastruktur, Energi dan Investasi sejak 22 Juni 2020.

Pelantikan Deputi tersebut dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 45/M Tahun 2020 tentang Pengangkatan Deputi di Lingkungan Kantor Staf Presiden.

Keputusan Presiden tertanggal 15 Juni 2020, sedangkan pelantikan berlangsung pada hari Senin (22/6).

Baca Juga  Antisipasi Bencana, Kompi 3 Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Maluku Patroli SAR

(red/suarasulsel)