Mengaku Bertanggung Jawab, OPM Ungkap Alasan Serang TGPF

oleh -30 views
Link Banner

Porostimur.com | Jayapura: Juru Bicara OPM Sebby Sambon mengklaim bertanggung jawab atas penembakan anggota TNI dan anggota TGPF di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Jumat (9/10/2020).

“TPNPB bertanggung jawab, itu keputusan kami dan tuntutan bahwa kami menolak tim investigasi bentukan Menko Polhukam Mahfud MD,” kata Sebby melalui pesan elektroniknya.

Diketahui, Organisasi Papua Merdeka (OPM) melakukan penembakan terhadap dosen Universitas Gajah Mada ( UGM ) Bambang Purwoko dan Sertu Faisal Akbar di Kampung Mamba Bawah.

Jubir OPM Sebby Sambon menjelaskan alasan dibalik aksi penyerangan yang membuat dosen UGM dan anggota TNI menjadi korban penembakan.

Penembakan itu terjadi setelah Bambang Purwoko dan Sertu Faisal Akbar dan rombongan TGPF dalam perjalanan ke Sugapa, Ibu Kota Kabupaten Intan Jaya usai melakukan olah TKP penembakan Pendeta Yeremias Zanambani.

Bambang Purwoko termasuk anggota Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) penembakan Pendeta Yeremias Zanambani.

Bambang tertembak di bagian pergelangan kaki kiri dan pergelangan tangan kiri.

Sementara Sertu Faisal yang merupakan anggota Satgas Apter Hitadipa, dan terluka tembak di bagian pinggang.

Baca Juga  Irwan Hong Arta Diperiksa Ditreskrimsus Polda Malut Terkait Jembatan Waibugis di Kepulauan Sula

Sebby mengatakan jika ingin mencari fakta, harus dari tim independen.

“Kami minta tim independen yang harus investigasi yaitu PBB, Komnas HAM, LSM HAM dan Gereja,” tegas Sebby.

Kodap VIII Intan Jaga di bawah Komando Wakil Panglima Sabinus Waker, dan semua komandan-komandan Batalion.

“Semua kerja sama untuk lakukan perang revolusi tahapan,” ujarnya.

Sebelumnya Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, Kolonel Czi IGN Suriastawa dalam keterangan tertulisnya, Jumat sore menyatakan, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali melakukan penyerangan.

Kali ini menyasar rombongan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) penembakan Pendeta Yeremias Zanambani.

“Penghadangan rombongan TGPF oleh KKB terjadi pada Jumat 9 Oktober 2020 pukul 15.30 WIT, di daerah Kampung Mamba Bawah, Distrik Hitadipa,” kata Suriastawa.

Baca Juga  Ingin Tetap Sopan Pakai Jeans Meski Berhijab? Coba Tips Padu Padan Ini

Menurut Suriastawa, kedua korban sudah berada di UPTD RSUD Sugapa guna mendapat tindakan medis.

“Pukul 16.40 WIT, korban tiba di UPTD RSUD Sugapa untuk tindakan medis,” ujar Suriastawa. (red)