Mengaku Sultan dan Akan Dilantik Oleh Raja Salman, Pria ini Diusir Dari Keraton Jailolo

oleh -2.014 views
Link Banner

Porostimur.com | Jailolo: Tahta Kesulatan Jailolo kembali menjadi rebutan oleh oknum yang mengatas namakan dirinya sebagai ketururnan Sultan Jailolo yang diwasiatkan langsung oleh Almarhum Sri Sulatan Jailolo, Jou Tia sebelum meninggal dunia.

Kedatangan oknum tersebut bertujuan untuk memberikan surat wasiat yang konon ditandatangani oleh mendiang Sultan Abdullah Sjah (Jou Tia) kepada Sultan Jailolo saat ini Ahmad Sjah.

Kedatangan oknum yang diketahui bernama Amar Ma’aruf beserta 7 orang  lainnya itu, disambut baik oleh Sultan Jailolo, Ahmad Sjah di Kedaton Kesultanan Jailolo.

Saat bertatap muka dengan Sultan Jailolo, Amar Ma’aruf menyampaikan bahwa dirinya diberikan surat wasiat oleh mendiang Sultan  Abdullah Sjah, bahwa Ia merupakan keturunan Sultan yang harus menguasai seluruh harta Kesultanan Jailolo yang ada di daerah Manado  Sulawesi Utara.

Tak terima dengan penyampaian tersebut, sejumlah perangkat adat Kesultanan Jailolo langsung mendesak oknum yang mengatas namakan keturunan Sultan Jailolo itu agar keluar dari tempat ini, namun oknun tersebut  mengabaikan permintaan perangkat adat sehingga terjadi adu mulut dan perkelahian.

Baca Juga  Tipu keluarga casis, LVB diringkus tim Kamneg Ditreskrimum Polda Maluku

Namun tak lama kemudian aksi saling pukul itu reda, masyarakat adat langsung mengambil tindakan mengusir oknum tersebut untuk keluar dari lingkungan halaman Kedaton Kesultanan Jailolo.

Oknum yang mengatasnamakan pemegang surat wasiat itu langsung diamankan oleh pihak Kepolisian dan di bawa ke kantor Polisi untuk dimintai keterangan.

Sultan Jailolo, Ahmad Sjah kepada awak media menyampaikan, bahwa sebelumnya Amar Ma’aruf memerintahkan seseorang untuk menghadap di Kedaton dan menyuruh agar perangkat adat di kesultanan untuk kosongkan kedaton karena ada ritual adat yang dilakukan oleh oknum yang bersangkutan.

“Sebelumnya ada seorang yang datang dan menyampaikan bahwa kita harus kosongkan kedaton, karna ada acara adat yang dilakukan oleh oknum ini, namun upaya tersebut tidak diindahkan oleh kami selaku pihak kesultanan, karena kami tahu betul mengantikan seorang sultan itu harus mengunakan berbagai prosesi adat,” ungkap Sultan.

Baca Juga  RR resmi mundur dari Wakil Ketua DDPRD Maluku

Ia juga menyampaikan, tiba-tiba sekelompok orang ini langsung mendatangi kedaton dan menunjukan surat wasita yang katanya ditanda tangani oleh mendiang almarhum ayah kami.

Terpisah, Jogugu Kesultanan Jailolo, Haeruddin menegaskan, dengan tindakan yang dilakukan oleh Amar Ma’aruf. Selaku pihak Kesultanan Jailolo merasa sangat dirugikan.

Menurut Haeruddin, ini merupakan tindakan pelecehan terhadap sang sultan sehingga pihak kesultanan jailolo akan memproses melalui jalur hukum.

“Tindakan ini sangat merugikan kami pihak kesultanan Jailolo, sultan kami di lecehkan, kami melakukan proses hukum terhadap oknum yang bersangkutan,” cetusnya.

Informasi yang diperoleh porostimur.com menydbutkan bahwa Amar Maruf sebelumnya menjabat sebagai Hukum di Kesultanan Jailolo, namun sudah dipecat dari kesultanan.

Baca Juga  Seleksi Nasional Masuk Politeknik Negeri Dibuka, Termasuk Poltek Ambon dan Tual

Adapun informasi yang disebarkan bahwa segera mengosongkan keraton kesultanan Jailolo dengan alasan karena akan ada pelantikan Sultan Jailolo baru secara langsung oleh Raja Salman (Raja Arab) dalam waktu dekat ini. (ash)