Tahun keemasan Daulah Abbasiyyah terjadi sekitar abad 8-10 M. Khalifah yang paling terkenal saat itu adalah Sultan Harun al Rasyid dan putranya, al Ma’mun. Pada abad ini, banyak bermunculan tokoh-tokoh Islam di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Mulai dari filsafat, matematika, kedokteran, astronomi, kimia, fisika, hingga fiqih dan hadits.
Perpindahan Pusat Peradaban Islam ke Tanah Persia
Pada zaman ini, banyak orang-orang non-Arab yang masuk Islam. Salah satu penyebabnya pusat pemerintahan Islam tidak lagi di wilayah Arab, melainkan di sekitar Persia. Maka, proses asimilasi kesukuan dan kebangsaan berjalan meluas di zaman ini. Percampuran perkawinan maupun pergaulan antarbangsa berkembang dengan baik.
Dengan begitu, bukan hanya ilmuwan Islam yang berkecimpung dalam pengembangan ilmu pengetahuan, melainkan juga ilmuwan-ilmuwan nonmuslim dan non-Arab yang kebanyakan berasal dari Persia.
Deretan Imam Mazhab dan Pakar Hadits yang Berasal dari Persia
Dalam bidang ilmu hadits dan fiqih, zaman Daulah Abbasiyyah banyak melahirkan tokoh-tokoh terkenal yang memiliki banyak pengikut hingga abad ini. Bahkan, para imam mazhab yang empat pun hidup pada zaman Abbasiyyah ini, antara lain Imam Abu Hanifah (699-767 M), Imam Malik (712-795 M), Imam Syafi’i (767-820 M), dan Imam Ahmad ibn Hanbal (780-855 M).
Selain itu, dikenal juga para perawi hadits seperti Imam Bukhari (810-870 M), Imam Muslim (820-875 M), Ibnu Majah (824-887 M), Abu Dawud (817-889 M), At-Tirmidzi (825-892 M), An-Nasa’i (830-915), Ad Darimi (797-869 M).










