Mengenal James Richardson Logan, pencetus nama Indonesia

oleh -43 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Nama Indonesia muncul dan diperkenalkan James Richardson Logan (1819-1869) tahun 1850 dalam Journal of Indian Archipelago and Eastern Asia. Hal itu diungkapkan oleh sejarawan Universitas Oxford, Peter Carey. 

Dirangkum dari Indonesia.go.id, Pramoedya Ananta Toer dalam buku Sedjarah Modern Indonesia juga menyebut nama Logan sebagai pencetus pertama istilah Indonesia. 

James Richardson Logan, pencetus nama Indonesia

Pencetus nama Indonesia, James Richardson Logan adalah orang Skotlandia yang lahir pada 10 April 1819.James merupakan seorang pengacara dan pernah menjadi editor majalah Penang Gazette wilayah Straits Settlement atau kini dikenal sebagai Negara Bagian Penang, Malaysia.

Pada tahun 1840, James dan saudaranya Abraham datang ke Penang. Pada waktu itu James berumur 20 tahun. Kemudian tahun 1842 mereka pindah ke Singapura. Tapi, James kembali ke Penang pada 1853.

Link Banner

Sekembalinya di Penang, James membeli dan menyunting koran Penang Gazette, pada tahun 1853. Sementara itu adiknya yang ada di Singapura mendirikan koran Singapore Free Press.

Baca Juga  Sekretaris Daerah Maluku Utara Buka Kegiatan Uji Kompetensi Wartawan

James meninggal dunia di Penang pada 20 Oktober 1869 pada usia 50 tahun karena malaria. Kematian James dianggap sebagai kehilangan besar bagi Penang. Warga Penang pada waktu itu mendirikan monumen penghormatan untuk jasa-jasanya.

Sifat-sifat James tertera dalam tugu memorial yang mencantumkan sifat-sifat mulianya, yakni temperance (kesederhanaan), justice (keadilan), fortitude (tabah, ulet), dan wisdom (bijak).

Makam Logan sendiri berada di Jl Sultan Ahmad Shah, Penang, Malaysia. Dia dimakamkan berdampingan dengan saudaranya Abraham, yang dimakamkan sesudahnya.

Asal nama Indonesia

Pramoedya melihat James Richardson Logan sebagai etnolog yang mencetuskan istilah Indonesia. Sebenarnya ada dua orang yang terlibat mencetuskan nama Indonesia. 

Pertama adalah George Samuel Windsor Earl dan James Richardson Logan. Earl adalah orang yang menulis sebuah artikel dalam jurnal “The Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia” Vol. IV pada 1850.

Baca Juga  Buka sidang, Maatita dilabrak soal keberangkatan ke Belanda

Di halaman 71 jurnal itu dia menulis “the Malayunesian branch of this race”. Di bawah halaman ditambahkan oleh dia catatan yang menjelaskan istilah itu. 

Dia mengusulkan nama baru bagi penduduk kepulauan Hindia dengan nama “Indu-nesians” atau  “Malayu-nesians”. Earl sendiri lebih suka dengan istilah yang kedua karena menurutnya istilah itu lebih memberikan penghargaan pada orang-orang Melayu yang telah menjelajah seluruh kepulauan sebelum orang-orang Eropa.

Sementara James Richardson Logan berpendapat sedikit berbeda. Dia yang menjadi kepala redaksi majalah itu, yang juga junior Earl saat masih kuliah, lebih suka dengan istilah Indonesia yang lebih praktis dibandingkan istilah panjangnya Indian Archipelago. 

Dia lebih memilih “Indonesia” sebuah istilah geografi untuk membedakan dengan wilayah kepulauan ini dengan wilayah lain dan menyebut penduduknya menjadi orang-orang Indonesia. (red/kontan)