Mengenal Sosok Palangsong Latuconsina, Pejuang Dari Pegunungan Tolikara Papua

oleh -46 views
Link Banner

Mentari mulai bersinar, pagi itu saya harus bergegas pergi ke sekolah, melepas langkah dengan harapan, antara berhasil atau gagal, tak sedikitpun saya berfikir untuk putus asa, orang tuaku mengasah hidup di kebun dengan pengharapan hanya kepada tuhan, akankah hidup ini berlanjut atau sampai disini, mimpi sering kali menghampiri dalam tidur, saya hanyalah anak dari seorang hamba tuhan yang bekerja dengan alam, doa dan air mata seringkali hadir dalam hari-hari orang tuaku. tuhan, saya hanya ingin melihat ibu bapakku tersenyum” inilah sepatah kata untuk menggambarkan hidup seorang Palangsong Latuconsina putra Maluku yang kini sedang bertarung mensejahterakan kehidupan masyarakat di pegunungan Tolikara Papua.

Palangsong Latuconsina adalah anak dari pasangan M. Latuconsina dan I. Latupono, beliau sendiri adalah anak ke-6 dari 7 bersaudara, dengan latar belakang orang tua sebagai petani membuat beliau bertekad untuk mewujudkan itu sebagai cita-citanya di hari ini.

Seorang ayah yang pada saat itu menjadi petani cengkih, pala, kopi, kelapa dan tanaman pangan lainnya rupanya membuat palangsong meneruskan tangan ayahnyanya ke dalam dunia pertanian, seiring berjalannya waktu belaiu mengambil langkah untuk meneruskan study pada satu universitas di maluku yang mana pada saat itu beliau sangat bertekad untuk mengambil bidang pertanian, selain melanjutkan hobby bertani dari orang tua, beliau merasa sudah cukup paham soal kebutuhan pangan.

Baca Juga  Jelang Natura, BASARNAS Ambon Tingkatkan Kesiapsiagaan Personil dan Peralatan SAR

Dibesarkan dari keluarga yang selain menjadi petani cengkih, pala,kopi, dan tanaman pangan lainnya dan arti peningkatan pendapatan dan kesejahteraan, ayahnya pernah menjadi seorang guru pada sekolah rakyat di zaman belanda, sehingga pendidikan menjadi hal utama yang sangat di prioritaskan dalam keluarganya.

Link Banner

Menjadi petani cengkih, pala,kopi, dan tanaman pangan lainnya pada saat itu tidak membuat ayahnya putus asa untuk menyekolahkan 7 anaknya, keuletan, kerja keras, rutin bekerja dan kesabaran dari sosok seorang ayah membuat beliau yakin dan berbesar hati atas peluang besar yang akan beliau raih dalam hidupnya kedepan.

Ir. Palangsong latuconsina, MM saat ini menjabat sebagai salah satu pemimpin pada instansi pemerintah bidang pertanian di Kabupaten Tolikara Papua.

Dia memulai karirnya sebagai penyuluh pertanian spesialis (PPS) di Ex Timor Timur yang kini menjadi timur leste, PPS itu adalah sebagai pendamping masyarakat petani dan kelompok tani untuk bisa memenuhi kebutuhan pangan dan meningkatkan pendapatan serta kesejahteraannya.

Hingga pada akhirnya beliau ditugaskan ke Provinsi Irian Jaya pada waktu itu dan dilantik oleh Bupati Kab. Tolikara Bpk Usman G. Wanimbo, SE.MSi, sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Tolikara, terbiasa hidup pada kondisi daerah yang di kenal keras membuat beliau bermental baja untuk paham dengan kondisi masyarakat sekitarnya.

Baca Juga  Para Pemeran Film 'Contagion' Bikin Video Sosialisasi Pencegahan Virus Corona Untuk Publik

Dalam kesehariannya beliau selalu bertemu langsung dengan petani, hal ini membuat beliau paham dengan kondisi masyarakat yang mata pencahriannya sebagai petani, selain itu juga jika kemnali ke kehidupan belaiu yang terlahir sebagai anak seorang petani, membuat beliau selalu berfikir keras untuk bagaimana sektor pertanian di tolikara mampu di pertahankan dan petani harus di sejahterakan.

Prinsip beliau “ petani adalah jantung kehidupan, jika tidak ada petani yang bercocok tanam maka semua orang akan kelaparan’’ jadi sudah sepantasnya beliau terus berjuang kepada petani di pegunungan tolikara yang mana jangkauan perhatian pemerintah pusat masih sangatlah terbatas.

Tolikara sendiri di kenal sebagai daerah penghasil kopi dengan kualitas terbaik, untuk membuat para petani terus semangat untuk menghasilkan kopi terbaik beliau terus melakukan promosi kopi Tolikara hingga pada saat ini kopi Tolikara sendiri sudah di kenal sampai ke manca negara diantaranya inggris, Australia dan Philipina dan itu tidak terlepas dari hasil kinerja seorang Palangsong Latuconsina.

Lihai membaca kondisi perekonomian masyarakat dari sector pertanian, membuat beliau selalu melakukan Tindakan-tindakan tepat sasaran guna membantu para petani., dengan Pelayanan Kasih, jujur, rendah hati serta keuletan beliau kopi tolikara hingga kini sudah menembus pasar dunia (Internasional), dan itu tidak terlepas dari semangat para petani yang bekerja dan seorang palangsong yang selalu giat dalam ide promosinya.

Baca Juga  Lima Puisi Wirol Haurissa

Hingga saat ini masyarakat tolikara mampu menyekolahkan anak-anaknya dari hasil penjualan kopi dan tanpa di sadari Pendidikan anak-anak Tolikara dapat berlanjut dengan baik.

Pendapatan petani kopi tolikara semakin meningkat dan sejahtera, sejalan dengan itu, program ini terus di kembangkan oleh masyarakat di kabupaten tolikara sebagai pendapatan utama, dan tentunya mengurangi angka pengangguran di daerah tsb.

Beliau terus berkarya, hingga menemukan apa yang orang tolikara belum dapatkan, kehadiran beliau menyempurnakan senyum para petani di puncak gunung tolikara, membantu pendidikan para anak petani di Tolikara dengan impian besar bahwa anak Tolikara harus berani dan mau sukses sekalipun orang tuanya hanyalah seorang petani kopi.

Sosok yang ramah dan selalu senyum menjadi ciri khas dari palangsong latuconsina yang mana beliau adalah kadis pertanian tolikara, putra maluku ini terus melebarkan sayapnya di Papua, memperjungkan hak hidup masyarakat tolikara dari bercocok tanam, siapa yang tak kenal seorang Palangsong Latuconsina, sosok yang selalu rama dalam sapan, semoga kelak beliau akan hadir dan berkarya di negri sendir, dan mengankat nilai para petani yang pada hari ini sedang redup di mata pemerintah. (adv)