Mengenal Tradisi Meja Panjang, Lambang Moderasi Beragama di Desa Kusu Tidore Kepulauan

oleh -49 views

Porostimur.com, Tidore – Tradisi Meja Panjang di Desa Kusu, Kecamatan Oba Utara, menjadi lambang penyatu hadirnya moderasi beragama di Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara sejak dahulu kala.

Program prioritas Kementerian Agama RI yang digagas Menteri Yaqut Cholil Qoumas ini merupakan program yang digaungkan sebagai upaya menciptakan harmoni sosial di tengah kemajemukan Indonesia. 

“Meja panjang” merupakan salah satu bentuk implementasi program moderasi beragama yang telah dirawat oleh masyarakat Desa Kusu, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan. 

Tradisi “Meja Panjang” merupakan tradisi lawas yang turun temurun dilestarikan umat Kristen di Desa Kusu setiap penghujung perayaan natal dan tahun baru, tepatnya setiap tanggal 31 Januari.

Baca Juga  Cegah Potensi Kejahatan Pertanahan, Menteri AHY Resmikan Implementasi Sertipikat Tanah Elektronik di Provinsi Jawa Tengah

Meja panjang tersebut berisi berbagai macam hidangan dengan suguhan rasa. Baik makanan adat maupun berbagai jenis hidangan makanan lainnya.

Dewan Adat Desa Kusu, Riyanto Pulu mengatakan, meja panjang ini menjadi wadah makan bersama untuk seluruh warga kampung tak memandang ras maupun agama.

Adat ini menjadi penyambung silaturahmi antarkedua agama di Desa Kusu, yakni Islam dan Kristen.

Tradisi yang menggambarkan kuatnya toleransi dan rasa saling menghargai antarsuku, ras dan agama di desa setempat.