Menghadapi Pandemi Covid-19 Dengan Keberdayaan Warga Desa

oleh -18 views
Link Banner

Porostimur.com | Tual: Bertempat di Aula Kantor Walikota Tual telah berlangsung pelatihan dua aplikasi yang dapat digunakan warga desa untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 termasuk dampak dari pandemi tersebut dalam isu pelayanan sosial dasar di desa, Senin siang 6 Juli 2020

Pelatihan tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas PMD Kota Tual Drs Gufroni Rahanyamtel didampingi Sekretaris Dinas PMD Kota Tual dan Tenaga Ahli P3MD Kota Tual.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas PMD Kota Tual menyampaikan bahwa dalam rangka mendukung desa untuk menangani Pandemi Covid-19 dan Stunting, maka Kementrian Desa, PDT dan Transmigrasi pada tanggal 13 Mei yang lalu telah meluncurkan dua aplikasi yaitu aplikasi desa melawan Covid-19 (eDMC-19) dan aplikasi Human Development Worker (eHDW).

Baca Juga  Setahun Jadi Tersangka KPK, Jhon Alfred Masih Melenggang Bebas

Khusus mengenai Aplikasi eDMC19 ini dikembangkan untuk mendukung pelaksanaan protokol penaganganan wabah Covid-19 sebagaimana yang diamanatkan dalam Surat Edaran Menteri Desa, PDTT No 8 Tahun 2020 tentang Desa Tanggap Covid-19 dan penegasan Padat Karya Tunai Desa.

Link Banner

Sementara Aplikasi eHDW adalah aplikasi yang dikembangkan untuk memastikan layanan intervensi gizi masyarakat pada masa wabah Covid-19.

Pelatihan ini diikuti oleh Kepala Desa, staf Desa yang ditunjuk dan Kader

Pembangunan Manusia (KPM). Disamping itu, peserta juga dari unsur Pendamping Desa tingkat kecamatan dan Pendamping Lokal Desa.

Untuk itu Kepala Desa harus menetapkan Operator dan KPM sebagai pengelola dua aplikasi dengan Surat Keputusan Kepala Desa.

Kepala desa juga harus memastikan bahwa personil yang ditunjuk sebagai pengelola aplikasi eDMC19 maupun eHDW diharapkan yang memahami teknologi informasi dan diharapkan yang memiliki HP android mengingat tugas mereka mengirimkan laporan mingguan dan bulanan melalui aplikasi Desa Melawan Covid-19.

Baca Juga  Belum ada kepastian Jokowi hadiri Pesparani

Data-data tersebut selanjutnya dapat diakses oleh pemerintah desa, pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk pengambilan kebijakan terkait pencegahan dan penanganan Covid-19 di daerah.

Demikian halnya juga dengan Kader Pembangunan Manusia (KPM) memilik tanggung jawab besar dalam kondisi wabah Covid-19 ini.

KPM memantau dan memastikan layanan kepada keluarga 1000 HPK penting untuk tetap dilakukan dalam rangka percepatan penanganan stunting.

Aplikasi ini membantu para kader pembangunan manusia (KPM) dalam memantau dan mendukung peningkatan konvergensi intervensi gizi kepada keluarga 100 hari pertama kelahiran (HPK) di desanya.

Olehnya itu peserta pelatihan diminta serius mengikuti kegiatan ini karena setelah pelatihan ini diharapkan data dan informasi yang diinput dalam aplikasi adalah data yang akurat, valid, update, sehingga menghasilkan kualitas laporan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga  Viral: Sayuran di Ambon Terpapar Pestisida dan Tercemar Bakteri Ecoly

Aplikasi ini menggunakan kode desa yang telah dikirimkan oleh Kementerian Desa dan dalam kesempatan yang sama telah diserahkan secara simbolis kepada Pendamping Desa untuk nantinya diteruskan kepada Desa.

Menutup sambutannya, Kadis PMD Kota Tual, memberi penegasan, “Kita harapkan agar kedua aplikasi ini bisa terus menerus dimanfaatkan semaksimal mungkin dengan memenuhi dan menjalankan perintah di dalam kedua aplikasi tersebut, sehingga berbagai upaya melawan Covid-19 oleh desa dan berbagai upaya untuk penurunan stunting di desa bisa kita lakukan secara maksimal. (red)