Menipu Puluhan Juta, Sersan Palsu Ditangkap

oleh -728 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Seorang masyarakat yang mengakui TNI (gadungan) ditangkap oleh anggota Gabungan Deniteldam XVI/Pattimura.

Tim Intel Korem 151/Binaiya dan Unit Inteldim 1504/Ambon, menangkap “Sersan Palsu” itu di rumah Odang Sinai yang beralamat di RT:O6, RW:06, OSM, Kelurahan Wainitu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Selasa, (10/03/2020) kemarin sekitar pukul 23.15 WIT.

Dalam interogasi, Ricardo Likipeuw mengaku sebagai anggota Korem 151/Bianiya dan ia berhasil menipu sejumlah orang.

Menurut keterangan Tinus Luturmas, orang tua calon siswa (korban) bahwa pada tanggal 20 November 2019 yang lalu, Ricardo Likipeuw bersama pacarnya Ona Singerin pulang liburan ke kampung halamannya di Desa Tutukembung, Kecamatan Nurinmas, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, setelah selesai kuliah.

Setibabya di Desa Tutukembung, Ricardo Likipeuw melangsungkan perkawinan secara adat dengan Ona Singerin.

Baca Juga  Abu Nawas dan RUU Cipta Kerja

Selama berada di Desa Tutukembung, Ricardo Likipeuw menyampaiakan kepada keluarga bahwa kalau ada saudara yang mau masuk menjadi TNI-AD, dirinya bisa membantu dan mengurus untuk menjadi anggota TNI karena Ia masuk dalam salah satu panitia dalam pelaksanaan seleksi menjadi TNI-AD.

Mendengar pengakuan itu, Tinus Luturmas menyetujui permintaan Ricardo untuk mengurus anaknya menjadi anggota TNI-AD.

Pada saat pertemuan, Ricardo menyampaikan bahwa apabila bisa lolos menjadi anggota TNI-AD, maka harus disiapkan uang sebagai mahar sebesar Rp85 juta. Namun Tinus merasa berat dengan biaya tersebut, sehingga Tinus menyampaikan untuk bisa mengguranggi.

Ricardo pun mematok mahar sebesar Rp65 juta dan disetujui oleh Tinus, namun Tinus meminta agar apabila sudah lolos dalam seleksi baru bisa memberikan uang tersebut.

Baca Juga  7 Gereja Tercantik di Indonesia yang Bisa Dikunjungi Saat Liburan

Setelah selesai dalam pelaksanaan acara pernikahan Ricardo kembali ke Ambon.

Setibanya di Ambon, Ricardo menyampaikan kepada Tinus agar mengirimkan uang sebagai tanda awal, sejumlah Rp30 juta, namun Tinus hanya mengirimkan uang sebesar Rp5 juta ke rekening BRI milik Elsye Tahalea.

Jelang seminggu, Ricardo kembali meminta uang dari Tinus sebesar Rp25 juta dan dikirim ke rekening BRI atas mama Elsye Tahalea untuk melengkapi permintaan awal sebesar Rp30 juta.

Tinus pun mengirimkan mengirimkan uang sebesar Rp25 juta yang diminta Ricardo.

Tak disangka tak dinyana, Tinus mendengar kabar bahwa Ricardo bukan seorang anggota TNI, sehingga tanggal 4 Maret 2020 lalu, Tinus berangkat dari Saumlaki menuju Ambon dengan menggunakan KM. Sabuk Nusantara 107 dengan tujuan mengurus anaknya untuk ikut tes Catam TNI-AD sekaligus bertemu dengan pelaku.

Baca Juga  PNPS GMKI: Bom Bunuh Diri Makassar Jangan Ganggu Kohesivitas Kita Sebagai Bangsa

Pelaku sekarang sudah diserahkan oleh Pomdam XVI/Pattimura ke pihak Polres P.Ambon dan P.P Lease untuk menjalani proses hukum selanjutnya. (keket)