Menparekraf Wishnutama Dukung Revitalisasi Benteng Victoria

oleh -19 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) , Wishnutama Kusubandio, memberikan apresiasi yang tinggi, saat menerima Walikota Ambon, Richard Louhenapessy beserta rombongan untuk membicarakan revitalisasi Benteng Victoria, pada Kamis (17/9/2020) kemarin.

Bahkan dengan antusias setelah mendengar paparan dari Walikota Ambon dan Asisten Perencanaan Kodam XVI Pattimura, Menteri Pariwisata mengatakan, jika dia tidak mendukung revitalisasi Benteng Victoria, kebangetan.

“Kalau saya tidak dukung ini, kebangetan. Apalagi ini bisa jadi destinasi pariwisata. Apalagi kalau kita membuat dia seperti semula, menjadi Benteng Victoria awalnya, dengan membenahi bangunan sekitarnya. Kita sangat mendukung hal ini,” tandasnya.

Melansir ambon.go.id, Jumat (18/9/2020), Menparekraf bahkan telah meminta deputinya untuk menganggarkan untuk membuat ruang untuk festival musik yang bisa juga dipakai untuk coaching clinic atau tempat kreatif lainnya. Hal ini dikarenakan, dirinya ingin agar Ambon sebagai kota musik dunia oleh UNESCO, memiliki identitas musik yang lebih kuat lagi.

Link Banner

Dirinya yakin ketika nantinya Benteng Victoria kembali menjadi cagar budaya yang terbuka untuk umum, maka bisa menarik banyak wisatawan lokal maupun mancanegara.

Baca Juga  Kapolda Maluku Kunjungi Kantor Komnas HAM

“Ini kan peninggalan Eropa dan abad 15, artinya cuku tua. Ini sangat menarik,”ungkapnya

Pernyataan Menparekraf ini disampaikan usai dirinya mendengar penjelasan Walikota Ambon, tentang Benteng Victoria yang merupakan salah satu cagar budaya peninggalan dari Belanda. Bahkan ditahun 2015 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Benteng Victoria ditetapkan sebagai cagar budaya nasional.

“Perencanaannya revitalisasi sudah disiapkan. Kita rencana disitu nantinya juga ada museum musik dan bisa ada platform musik,” ungkapnya.

Sementara itu, Asisten Perencanaan Kodam XVI Pattimura, Kolonel INF Kurniawan, dalam paparannya mengatakan, Kodam merasa kawasan ini sudah tidak tepat untuk menjadi kawasan militer dan akan sangat berguna untuk kepentingan masyarakat, dalam rangka mendukung pelestarian budaya di Ambon maupun Maluku. (red/agi)