Menteri Agama Akui Pembatalan Ibadah Haji Tahun 2020 Atas Perintah Jokowi

oleh -1.751 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta : Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat, Yandri Susanto mengatakan, Menteri Agama Fachrul Razi mengaku keputusan meniadakan ibadah Haji Tahun 2020 atas perintah Presiden Joko Widodo.

“Dia bilang, ‘saya diminta Presiden’,” ujar Yandri.

Yandri mengatakan keputusan semacam itu harusnya dibahas bersama DPR.

“Saya bilang kan bisa disampaikan ke Presiden bahwa ada aturan main bernegara ini.”

Untuk diketahui, Komisi VIII DPR-RI merupakan yang salah satu tugasnya menangani bidang agama.

Menurut Yandri Susanto, Menteri Agama Fachrul Razi meminta maaf karena memutuskan pembatalan ibadah haji 2020 secara sepihak. Yandri mengaku telah berkomunikasi dengan Fachrul setelah pengumuman pembatalan ibadah haji 2020 pada hari ini.

“Dia (Menag) minta maaf, ‘Siap salah Ketua’. Saya bilang, gimana sih Bapak ini,” kata Yandri bercerita, Selasa malam, 2 Juni 2020.

Menurut Yandri, merujuk Undang-undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Haji dan Umrah, keputusan terkait penyelenggaraan haji harus diputuskan pemerintah bersama DPR. Dia menegaskan pemerintah tak bisa memutuskan secara sepihak.

Baca Juga  Lebih 700 Pelamar Penyuluh Agama Islam Non PNS Ikut Tes Tertulis

Yandri mengatakan, pada Jumat pekan lalu, Menteri Agama mengirim surat meminta rapat kerja membahas pelaksanaan haji 2020. Dengan izin pimpinan DPR, Komisi VIII pun mengagendakan rapat kerja pada Kamis lusa, 4 Juni 2020.

Menurut Yandri, agenda rapat itu juga telah disampaikan ke Kementerian Agama. Namun tiba-tiba Menteri Agama Fachrul Razi mengumumkan pembatalan ibadah haji sebelum sempat rapat dengan DPR.

Yandri bercerita, ia juga sudah menyampaikan menjanjikan rapat khusus kepada Menag saat mereka bertemu di sidang isbat 22 Mei lalu. Yandri sekaligus menanyakan kabar dari Kerajaan Arab Saudi ihwal pelaksanaan haji 2020.

“Saya sampaikan juga, gimana udah ada kabar dari Saudi belum? Katanya belum, tapi arahan Pak Presiden kita putuskan awal Juni,” kata politikus Partai Amanat Nasional ini.

Baca Juga  Terkait Perombakan Kabinet, Akademisi Nilai Bupati Kepulauan Sula Terburu-buru

Kementerian Agama menyatakan meniadakan Ibadah Haji 2020 karena pandemi Covid-19 masih menghantui dunia, termasuk Arab Saudi.

Sebelumnya, pemerintah sempat menyiapkan tiga skema, yakni ibadah haji tetap digelar, digelar dengan pembatasan, atau ditiadakan sama sekali.

“Pemerintah memutuskan tidak memberangkatkan jemaah haji pada tahun 1441 Hijriah atau 2020,” kata Menteri Agama Fachrul Razi dalam konferensi pers virtual, Selasa, 2 Juni 2020 kemarin. (red/akurat)