Menteri Basuki Klaim Sudah Tata 11 Pemukiman Nelayan Termasuk Malut

oleh -42 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengklaim bahwa pihaknya terus membangun dan menata kawasan pemukiman nelayan. Setidaknya, PUPR telah melakukan kegiatan tersebut di 11 lokasi di Indonesia.

Dilansir dari merdeka.com, Menteri Basuki menyebut, salah satu penataan kampung nelayan telah dilakukan di Semarang.

“Ada tiga program yang kita kerjasamakan di sana (Semarang),” kata Basuki dalam Rakornas Kementerian Kelautan dan Perikanan di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (4/12).

Contoh lainnya dari 11 lokasi sepanjang tahun 2016-2019 itu ialah Kampung Beting di Kota Pontianak, Kampung Sumber Jaya di Kota Bengkulu dan Kampung Tegalsari di Kota Tegal.

“Kami tata lagi perumahan, sanitasi, air bersih, dan ruang terbuka hijaunya,” ujar Basuki.

Baca Juga  Prakiraan Cuaca Ambon hari ini, Ahad 23 Agustus 2020

Selanjutnya, pemukiman di Bengkulu akan dibuat lebih sehat dari sebelumnya. Selain terdapat dermaga, pihaknya membuat rumah khusus nelayan. Hal yang sama juga dibangun di sejumlah tempat seperti di Pangandaran, Gorontalo dan Halmahera Barat, Maluku Utara.

“Kita bikinkan banyak sekali kawasan-kawasan nelayan dan kita perbaiki kawasan-kawasannya sekalian,” kata Basuki.

Rehabilitasi 3.740 Hektare Tambak Garam

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono terus menggenjot program revitalisasi tambak garam dan tambak ikan. Salah satu buktinya yaitu dengan membuat saluran dan bangunan pengaliran di sepanjang Indramayu, Jawa Barat.

“Tambak garam di Indramayu 8 ribu hektare,” kata Basuki dalam Rakornas Kementerian Kelautan dan Perikanan di Hotel Borobudur Jakarta, Rabu (4/12).

Baca Juga  Frank De Boer Gantikan Koeman Jadi Pelatih Timnas Belanda

Sepanjang tahun 2015-2019, Basuki menyebut telah membangun 410 ribu hektare dan merehabilitasi 3.740 hektar tambak garam. Tak hanya itu, jembatan sebagai akses jalan dari tambak ke jalan utama sudah dibangun.

Contohnya kata Basuki, di Muara Gembong Kabupaten Bekasi. Semula hanya ada jembatan gantung yang dipakai warga menuju jalan utama. Setelah Presiden Jokowi meninjau langsung, kini telah dibangun jembatan permanen.

“Sekarang sudah pakai yang permanen, ini langsung dilihat presiden agar produksinya juga meningkat.” pungkasnya. (red/rtl/mdk)