Menteri Kesehatan RI Resmi RSUP Dr. J Leimena

oleh -300 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Nila Moeloek, Sp.M (K) meresmikan nama Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) pertama di Indonesia Timur dan telah menjadi nama RSUP dr. Johannes Leimena Ambon di Rumah Tiga Ambon, Rabu (16/10).

Dalam peresmian ini, RSUP dr. J. Leimena telah menjadi rumah sakit umum pusat di daerah ke-34 Provinsi sekaligus menjadi rumah sakit rujukan tertinggi di Maluku.

Dalam sambutannya, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Dr. Nila Moeloek mengatakan dalam peresmian Rumah Sakit Umum Pusat Dr.Johanes Leimena di Ambon, Provinsi Maluku, ini salah satu pusat kesehatan pelayanan primer yang sudah dibangun di tempatnya dan mempunyai alat yang modern dan ramah lingkungan ini, di daerah-daerah perbatasan daerah terpencil.

“Kami menyadari betul bahwa di Indonesia Timur bagaimana geografi provinsi Maluku, kami menekankan bahwa provinsi Maluku dan kepulauan, mengalami betapa sulitnya transportasi antara kepulauan ini, tetapi bisa kami lihat sangat sulit sekali untuk warga yang berada di kepulauan untuk mengakses rumah sakit karena terbatasnya transportasi,” katanya.

Lanjut Nila, maka bersama pemerintahan daerah, pemerintah provinsi Maluku, Kementerian Kesehatan dan kementerian keuangan dan lainnya untuk membuat rumah sakit vertikal yang berada di Kota Ambon dan di kota Kupang. Di Kota Ambon menjadi Rumah Sakit pertama untuk pemerintah, kalau untuk di Wamena belum bisa karena permasalahan tanah belum terselesaikan. Kalau di Kupang sudah bisa, tetapi akses menuju rumah sakit menjadi masalah karena daerahnya cukup kecil.

Baca Juga  Ajax Tekuk Valencia Berkat Gol Spektakuler Ziyech

“Tetapi kami gembira sekali bahwa di Maluku untuk masyarakat kawasan Indonesia Timur, kami juga menyadari bahwa Rumah Sakit Umum Daerah Haulussy belum bisa di renovasi karena lahannya cukup sempit, sehingga tidak bisa diperluaskan lagi,” ungkapnya.

Menurutnya, Pada saat bakti sosial katarak dirinya melihat bahwa diperlukannya sentuhan kesehatan untuk masyarakat, dan pada hari ini juga tepat dengan peresmian ini pihaknya akan melakukan operasi katarak.

“Saya bangga saat menjabat terakhir di Kabinet Kerja, sudah bisa membangun RSUP di bagian kawasan Indonesia Timur. Mengapa demikian, karena ada tiga hal: pertama Kementerian Kesehatan mencoba melakukan program prioritas nasional, kiranya kita melihat hal ini. Bapak presiden kita dapat mengawal hadirnya Rumah Sakit maritim dikawasan Indonesia timur pada tahun 2019,” Jelasnya.

Baca Juga  Ini Alasan dr Tifauzia Tyassuma Tolak Disuntik Vaksin Sinovac

Dirinya mengungkapkan View RSUP di daerah ini tepat sekali, karena betapa indahnya pemandangan yang langsung menghadap ke laut.

“Inilah yang kita harapkan bahwa dari perhatian Gubernur Maluku, masyarakat provinsi Maluku telah mendapat dua bangunan rumah sakit megah. Memang dalam membangun rumah sakit yang megah dan ikonik membutuhkan kerja keras antara kementerian kesehatan dan pemerintah daerah provinsi Maluku,” harapnya.

Sementara itu, Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Bambang Wibowo mengatakan Pemerintah pusat juga tengah membangun dua rumah sakit lain di kawasan timur Indonesia, yaitu RSUP di Wamena dan Kupang.

Hanya saja, RSUP dr. J. Leimena di Ambon yang lebih dulu tuntas. Jika ketiga rumah sakit itu beroperasi, kualitas kesehatan masyarakat di Indonesia Timur dipastikan jauh lebih baik.

Baca Juga  Laka lantas di Tantui, pengemudi sepeda motor tewas di tempat

Menurutnya, Untuk kapasitas menampung pasien RSUP dr. J. Leimena memiliki 450 tempat tidur dengan tipe RS kelas A dan tahap awal RSUP dr. J. Leimena untuk beroperasi dengan standar kelas B dan melayani baru 239 tempat tidur.

Diketahui, Rumah sakit ini telah dibangun periode 2018-2019 itu dibangun di atas lahan seluas 36.000 meter persegi di Wailela, Desa Rumah Tiga Kecamatan Teluk Ambon.

Dirinya menambahkan pembangunan RSUP memiliki anggaran APBN pada tahap pertama sebesar Rp 214 miliar dan tahap kedua sebesar Rp 166,8 miliar.

“Kami menargetkan akan mulai beroperasi pada 1 Januari 2020,” ujarnya. (ebot)