Porostimur.com, Oku Timur – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengonfirmasi pemerintah telah menyiapkan lahan di 326 kabupaten untuk mendukung pembentukan 500 batalion baru oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Prabowo Subianto pada akhir Februari 2025. Lahan tersebut berasal dari tanah cadangan negara, termasuk bekas hak guna usaha (HGU) dan hak guna bangunan (HGB) yang tidak diperpanjang.
“Dalam seminggu setelah perintah presiden, kami telah menyerahkan lahan di 326 kabupaten kepada menteri pertahanan dan kasad,” ujar Nusron pada Rabu (12/3/2025).
Namun, masih terdapat 174 titik batalion yang belum mendapatkan lahan. Nusron memastikan pihaknya akan terus mencari lokasi yang sesuai untuk memenuhi target pemerintah.
Ketahanan Pangan Jadi Prioritas
Selain pembangunan batalion, presiden juga menginstruksikan agar setiap batalion memiliki lahan produktif minimal 500 hektare untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
“Jika satu batalion membutuhkan 500 hektare, maka total kebutuhan lahan mencapai 250.000 hektare. Kami telah mengidentifikasi sekitar 1,4 juta hektare tanah telantar selama lima tahun terakhir,” jelas Menteri Nusron Wahid.









