Menyeberang Pulau Demi Air: Potret Pilu Mama-mama Dowora di 81 Tahun Indonesia Merdeka

oleh -51 Dilihat

Setelah jeriken penuh, perjalanan kembali dilakukan dengan beban yang jauh lebih berat.

Begitu seterusnya.

Hari berganti hari.

Beban yang sama kembali dipikul.

Krisis air bersih akhirnya bukan lagi sekadar persoalan fasilitas. Ia telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat.

Waktu yang semestinya dapat digunakan untuk mengurus keluarga, bekerja, berkebun, berdagang, atau melakukan aktivitas produktif lainnya harus tersita untuk mencari air.

Dan bagi perempuan—terutama mama-mama yang selama ini menjadi ujung tombak kebutuhan rumah tangga—persoalan itu menjadi beban tambahan yang harus mereka tanggung.

Mereka bukan sekadar membawa jeriken.

Mereka membawa kebutuhan hidup keluarganya.

Kemerdekaan yang Belum Sampai ke Tepi Rumah

Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka semestinya menjadi momentum untuk memastikan seluruh warga negara, termasuk mereka yang tinggal di pulau-pulau kecil dan wilayah terpencil, mendapatkan kebutuhan dasar secara layak.

Baca Juga  Rektor Unpatti Lantik Halidah Rahawarin sebagai Wakil Dekan Fakultas Kedokteran

Air bersih bukan kemewahan.

Air bersih adalah kebutuhan dasar manusia.

Karena itu, kondisi Desa Dowra patut menjadi perhatian pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Kehidupan masyarakat di pulau-pulau kecil tidak boleh luput dari arus pembangunan hanya karena letaknya jauh dari pusat pemerintahan.

No More Posts Available.

No more pages to load.