Merlisa Janji Perhatikan Anggaran Pendidikan dan Kesejahteraan Guru

oleh -23 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Calon Walikota Ternate, Merlisa Marsaoly mengatakan, di era Covid 19 ini, dimana guru melakukan mode pembelajaran Daring dan Luring serta proses pembelajaran yang menggunakan Zoom dan Tv kabel, merupakan sesuatu yang luar biasa bagi guru-guru di Kota Ternate.

Hal ini dikatakan Merlisa Marsaoly saat menghadiri acara diskusi yang digelar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) bersama empat bakal pasangan calon (Bapaslo) walikota dan wakil walikota Ternate di Grand Majang Hotel, Selasa (22/9/2020).

Diskusi terbut bertajuk Guru Sebagai Penggerak Perubahan Menuju Ternate Cerdas Berkarakter Dalam Revolusi Industri 4.0.

Adapun isu yang dibicarakan tentang peningkatan kualitas guru, pemerataan guru dan kesejahtraan guru-guru di Kota Ternate yang masih minim dan kurang mendapat perhatian dari pemerintah.

Link Banner

“Semenjak saya menjadi Ketua DPRD kita sudah anggarkan TTP setelah kita melakukan evaluasi ke luar daerah, ternyata TTP kita paling rendah sesuai sumbernya dari KPK, karena kita akomodir untuk Esalon II hanya Rp13 juta, Esalon III sejumlah Rp8 juta, teryata itu yang paling terendah di Indonesia,” bebernya.

Baca Juga  Dalam Rangka HUT Bhayangkara Ke 74 Kapolres Buru Ziarah Ke Makam Pahlawan

“Di daerah lain saja yang APBDnya hanya Rp900 Juta, TTP mereka yang Esalon II saja Rp20 juta lebih, kenapa kita yang memiliki APBD yang Rp1 triliun, tidak bisa dkpakai untuk kesejahtraan guru-guru Kota Ternate,” sambung Merlisa.

Ketua PDI Perjuangan Kota Ternate ini menambajkan, sejauh ini guru-guru memang mendapatkan Tunjangan Kerja tapi mungkin tidak ada tidak merata.

“Guru adalah pelayan publik terbesar kita; mereka menghabiskan hidup mereka untuk mendidik generasi muda kita dan membentuk bangsa kita untuk hari esok,” ujarnya.

“Jika Saya mendapatkan amanah untuk memimpin Kota Ternate, maka Saya akan lebih prorioritas sesuai dengan amanah konsitusi yaitu suplai angaran 20% untuk anggaran pendidikan Kota Ternate sehingga keluhan guru Kota Ternate bisa diakomodir secara merata”, janjinya. (al)