oleh

Mikel Arteta Akhirnya Kalahkan Virus Corona

Link Banner

Porostimur.com | London: Hampir dua pekan Mikel Arteta bertarung dengan virus corona. Kini, pelatih Arsenal itu mengaku sudah mengalahkan lawannya itu.

Arteta dinyatakan terinfeksi virus corona pada Jumat, 13 Maret 2020. Kala itu, ia menjadi pelatih tim Premier League pertama yang menderita COVID-19—nama penyakit yang disebabkan oleh virus corona—dan satu-satunya sampai saat ini.

Link Banner

Pada 20 Maret, Arsenal menyatakan bahwa kondisi Arteta sudah mulai membaik. Tiga hari berselang, sang pelatih mengonfirmasi pernyataan timnya.

“Saya kini merasa sangat baik. Saya bahkan merasa sudah sembuh. Butuh tiga sampai empat hari buat saya untuk merasa lebih baik dan bertenaga. Kini, saya tak lagi menunjukkan gejala apa pun dan merasa begitu baik,” kata Arteta kepada La Sexta.

CVR, Mikel Arteta
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta. Foto: Reuters/Paul Childs

Muncul dugaan bahwa Arteta terinfeksi virus corona setelah melakukan kontak dengan Presiden Olympiacos, Evangelos Marinakis, yang dinyatakan terinfeksi pada 10 Maret waktu setempat.

Olympiacos memang sempat bertamu ke Emirates Stadium pada 28 Februari dalam laga leg kedua babak 32 besar Liga Europa.

Namun, Mikel Arteta mengaku tak paham bagaimana ia bisa terinfeksi virus corona. Yang ia ingat, semua terjadi begitu cepat.

“Semua terjadi begitu cepat. Pada Selasa (10/3) saya merasa tak enak badan. Saya segera menemui dokter, tetapi ia tak berada di tempat. Saya lalu mendapat telepon dari direksi dan mereka bilang bahwa Presiden Olympiacos positif terinfeksi virus corona dan semua yang melakukan kontak dengannya berisiko.”

“Saya lalu bilang bahwa saya sakit dan kami mesti melakukan sesuatu karena banyak pemain yang melakukan kontak dengan Marinakis. Saya lalu menjalani tes pada Rabu dan dinyatakan positif pada Jumat,” lanjut Arteta.

Mikel Arteta, pelatih Arsenal (16:9)
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta. Foto: Action Images via Reuters/John Sibley

Kesembuhan Mikel Arteta tentu menjadi kabar baik. Meskipun begitu, wabah virus corona di Britania Raya belum menunjukkan tanda-tanda berhenti. Per worldometer.info pada Selasa (24/3), ada 5.367 kasus aktif COVID-19 di Britania Raya.

Dari situ, bukan tak mungkin penangguhan Premier League, yang semestinya berakhir pada 30 April, berlangsung lebih lama. (red/rtm/kump)

Link Banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed