Milad Ke-105 dan Songsong Muktamar Ke-48, Ini yang Diperkuat Aisyiyah Malut

oleh -17 views
Link Banner

Porostimur.com, Tidore – Pimpinan Wilayah Aisyiyah Maluku Utara dalam menggelar Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-105 untuk menyongsong Muktamar Ke-48 akan berfokus pada tujuan, memperkuat pengembangan ekonomi perempuan.

Hal ini disampaikan Ketua Panitia Kegiatan HUT Aisyiyah Maluku Utara Aminah Taib di aula SMA Negeri 1 Tidore, Senin (27/6/2022).

Sebelumnya di tanggal 26 Juni 2022 lalu, kami bersama pimpinan Aisyiyah daerah maupun Provinsi Maluku Utara melakukan jalan santai yang diikuti oleh pimpinan Muhammadiyah Kota Tidore Kepulauan, serta guru maupun kepala sekolah yang berada di amal usaha, yakni TK Aisyiyah, SD Aisyiyah dan SMA Muhammadiyah Kota Tidore Kepulauan.

Dalam proses kegiatan tersebut, Aisyiyah Maluku Utara membuat beberapa lomba, seperti penghafalan ayat -ayat pilihan di usia dini dan Song Muktamar yang dinyanyikan oleh ibu-ibu Aisyiyah Pimpinan daerah.

“Dari lomba itu, dijuarai oleh anak-anak Aisyiyah Kelurahan Dowora, Kota Tidore Kepulauan, sedangkan juara 1 Song Muktamar PDA Kabupaten Halmahera Utara, dan juara 2 dari PDA Kabupaten Pulau Morotai,”ungkapnya.

Dari lomba yang mereka juarai itu, panitia memberi bonus kepada anak-anak, berupa buku dan pulpen. Sedangkan Song Muktamar diberi uang tunai sebesar Rp1.000.000, juara 2 dari Halut Rp750.000, dan juara 3 dari pulau Morotai sebesar Rp500.000.

Baca Juga  Saimima tutup Festival Musik Jalur rempah 2018 di Saparua

Kegiatan Milad Aisyiyah ini, melibatkan bidang, antara lain, yaitu di bidang pendidikan, ekonomi, dan publik.

Misalkan di bidang pendidikan, Aisyiyah Maluku Utara mengunjungi ke beberapa sekolah Kabupaten/Kota agar membenahi menejemen sekolah sesuai tuntunan. Untuk majelis yang lain, kita punya koperasi Nurul Nissa di Maluku Utara dan di Kota Tidore Kepulauan.

Koperasi yang dimiliki Aisyiyah tersebut, banyak memberi manfaat kepada Perempuan yang punya wirausaha kecil dengan anggota sekitar 100 orang lebih.

“Tak hanya itu, Aisyiyah juga mempunyai 16 sekolah TK di Pulau Morotai, di Halut 2 sekolah TK, Halsel 6 sekolah TK, tapi direncanakan membangun satu sekolah lagi dI Mandawong. Untuk di Kota Tidore Kepulauan sebanyak 4 sekolah TK, Dan di Kota Ternate sebanyak 6 Sekolah, namun direncanakan membangun satu sekolah SD Aisyiyah,”paparnya.

Menurut dia, saat ini Aisyiyah Maluku Utara sudah memiliki LKS panti asuhan yang berlokasi di Kelurahan Goto.

“Alhamdulillah dari panti asuhan tersebut, kami sudah mengirimkan 2 siswa ke pulau Jawa, dan disusul salah satu siswa nanti,”jelasnya.

Aminah mengungakapkan, dalam memperkuat basis Muktamar yang digelarkan di bulan November mendatang, masih banyak kekurangan untuk dilengkapi adalah persoalan guru. Dimana, permasalahan tentang guru P3K yang sudah kami bimbing dan ketika mereka menjadi PNS lalu dipindahkan.

Baca Juga  2 kali dipanggil Bawaslu, Betaubun masih mangkir

“Makanya kami butuh bekerja keras dari pusat hingga daerah agar tetap bersinergi supaya ada perhatian serius,”ujarnya.

Untuk membantu program-program ke depan di berbagai Majelis, Aisyiyah tetap solid dalam merumuskan kepengurusan Muktamar dengan menyusun agenda-agenda ke depan.

Sedangkan Ketua Aisyiyah Maluku Utara, Siti Harmina Umasangadji menambahkan, program Aisyiyah ada Majelis yang diperkuat, seperti Majelis Tabliq, ekonomi, pendidikan, sosial budaya, dan lingkungan hidup.

Semua basis ini, bagian dari pendukung dalam organisasi Aisyiyah yang bertujuan untuk kesalamatan ummat. Gerakan tersebut, paling tidak memperkuat perempuan dari sisi pengembangan ekonomi agar menghindari kasus KDRT maupun meninggalkan anak terlantar.

“Memang ada program prioritas Aisyiyah yang membantu anak yang kurang mampu melanjutkan pendidikan. Jadi, kebutulan Aisyiyah punya panti asuhan di Kota Tidore Kepulauan yang tujuannya merekrut anak-anak tidak mampu, anak yatim, dan kaum duafa, namun masih terbatas,”pungkasnya.

Namun, Aisyiyah tetap memberi ruang kepada anak-anak untuk melanjutkan sekolah di luar daerah. Akan tetapi diupayakan fasilitas oleh panti asuhan agar pada proses pembayaran uang kuliahnya bebas dari pembayaran.

Baca Juga  Kisruh di Kepulauan Kei Berlanjut, Rettob Minta Dewan Adat dan Vis Bad Punya Responsifitas

“Kalau Muktamar ke-48 ini direncanakan pada 18-22 November 2022 yang diawali dengan Tanwir, sebab merekalah menjadi keputusan dalam Muktamar. Tapi di tanggal 30 Juni 2022 nanti, sudah mulai melakukan Tanwir ke-III dengan tujuan mempersiapkan distem pemilihan di Muktamar nanti,”tuturnya.

Muktamar sebelumnya menggunakan sistem luring dan daring. Namun, ada satu klaster yang dipakai untuk di wilayah masing-masing.

“Memang peserta dalam Muktamar dulu, semua menuju di lokasi Muktamar, namun kali ini menggunakan luring yang digunakan dari petinggi Aisyiyah dari pusat beserta beberapa anggota, nanti sebagiannya melaksanakan Muktamar di masing-masing wilayah, tapi koordinasi dari pusat,”terangnya.

Akan tetapi, dari pimpinan wilayah Aisyiyah Maluku Utara melakukan musyawarah yang berbeda di masing-masing daerah untuk menentukan siapa pimpinan daerah sampai di tingkat ranting.

Pada pelaksanaan Muktamar nanti, Aisyiyah Maluku Utara telah berdikari dan tidak menuntut ke siapapun, akan tetapi kami mempunyai jiwa sosial tinggi demi mensukseskan kegiatan nanti. (len)