Milenial Sehat di Era Covid-19, Perangi Narkoba Menuju Indonesia Emas

oleh -65 views
Link Banner

Oleh: Drs. Abner Timisela, M.Si, Kepala Bidang P2M BNN Provinsi Maluku

Generasi milenial adalah mereka yang lahir diantara tahun 1980-an sampai tahun 2000. Generasi milenial adalah kelompok usia yang memilik ciri khas yang berbeda dengan generasi terdahulu dimana generasi ini berada pada zaman dan kondisi dengan berkembangnya teknologi yang sangat pesat pada berbagai aspek kehidupan manusia khususnya di era teknologi informasi (IT).

Generasi ini muncul ditengah dunia yang mengalami berbagai tantangan global yang memerlukan kompetisi yang serba ketat dan sangat berpengaruh kepada kehidupan individu maupun kelompok.

Generasi milenial memiliki peran besar dalam menciptakan bonus demografi dimana pada generasi ini terjadi lompatan penduduk yang terbesar di usia produktif dan memegang peranan penting pada semua strata kehidupan manusia.

Link Banner

Dibandingkan dengan generasi-generasi sebelumnya generasi milenial memiliki karakter yang unik berdasarkan wilayah dan kondisi sosial ekonomi.

Salah satu ciri utama generasi milenial ditandai oleh peningkatan penggunaan dan keabraban dengan komunikasi media dan teknologi digital karena melalui kemajuan teknologi digital generasi milenial memiliki ciri-ciri kreatif inovatif yang merupakan sandaran utama untuk menkontribusikan prospek pemikiran melalui penciptaan sosok generasi pekerja yang inovatif serta produktif.

Baca Juga  Perairan Pulau Rao -Tanjung Dehegila Morotai Ditetapkan Sebagai Kawasan Konservasi

Dari sisi pendidikan generasi milenial dituntut untuk memiliki kualitas yang unggul serta ditandai dengan semangat dan minat untuk ingin menekuni pendididkan pada strata yang lebih tinggi khususnya bagi mereka yang bekerja pada sektor pemerintah maupun swasta dimana generasi ini juga menyadari bahwa teknologi digital yang dipoles melalui pendidikan merupakan sarana produktif untuk mempertajam wawasan tentang provesionalisme dalam tuntutan pekerjaan yang semakin kompetitif di tengah globalisasi dunia yang semakin modern.

Indonesia sebagai negara besar dengan jumlah penduduk diperkirakan lebih dari 270 juta jiwa memegang peranan penting dalam optimalisassikan potensi generasi milenialnya dalam menunjang pasar kerja yang diperlukan untuk pembangunan bangsa dan negara ke depan, dituntut untuk menciptakan generasi yang berpola pikir terbuka, bebas secara bertanggung jawab, kritis dan berani dalam pengambilan keputusan ditambah dengan penguasaan dalam bidang teknologi yang bermuara pada pertumbuhan peluang dan kesempatan dalam berinovasi.

Baca Juga  BIN Klaim, Kantongi Nama Aktor Dibalik Kerusuhan di Papua

Suatu catatan kritis untuk difahami bersama bahwa pada tataran dunia yang mengalami goncangan besar dengan mewabahnya virus covid -19 yang mengancam keselamatan manusia secara absolut membutuhkan konsentrasi besar dari pemerintah masing-masing negara untuk menciptakan suatu sistem pencegahan sekaligus pengobatan untuk mempertahankan sumber daya manusia agar tidak terpapar dari wabah virus ini.

Pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia diharapkan saling menunjang dalam melakukan upaya membentengi masyarakat khususnya generasi mudanya agar mendisiplinkan diri untuk mematuhi protokol kesehatan yang telah dianjurkan oleh WHO sebagai induk organisasi kesehatan dunia maupn oleh kementrian kesehatan, satgas penanganan pendemi covid-19 dari pusat sampai ke daerah-daerah.

Semua ini adalah upaya untuk mensosialisasikan sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai penerapan protokol kesehatan tentang covid-19 sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pola hidup sehat tanpa narkoba melalui sosialisasi tentang pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) secara pasif kepada seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga  Berhasil ringkus tersangka, tim Ditreskrim Polda Metro Jaya kembali ke Jakarta

Hal ini perlu dilakukan karena dari kenyataan yang diperoleh bahwa wabah virus covid-19 yang mengancam kahidupan manusia tidak membuat efek jera bagi para bandar, pengedar, maupun kurir narkoba untuk berhenti mengedar, menjual narkotika.

Mereka tetap menggunakan moment covid-19 ini sebagai kesempatan untuk memperoleh keuntungan yang besar ditengah keterpurukan ekonomi masyarakat.

Dengan demikian perlu kesadaran kita semua khususnya kalangan generasi muda tentang dampak buruk daripada penyalahgunaan narkotika itu sendiri, di sinilah generasi milenial dituntut untuk berperan lebih besar dalam menyuarakan program pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika karena generasi milenial memiliki cara tersendiri yang dinilai efektif untuk mengedukasi masyarakat serta memberikan informasi yang lebih menarik dengan cara yang mudah dipahami.

Milenial dinilai dapat lebih berpikir kritis ditengah situasi masyarakat yang membutuhkan penyegaran melalui konstruksi pemahaman yang inovatif untuk menghindari covid-19 serta menciptakan hidup sehat tanpa narkoba. (*)