Milik Tersangka Kasus Korupsi ASABRI, Mall ACC Disita Kejagung

oleh -4.404 views
Link Banner

Porostimur.com – Ambon: Gedung Ambon City Center (ACC) yang berada di kawasan Desa Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, ternyata merupakan salah satu asset milik PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri).

PT Asabri sendiri dirundung masalah korupsi dengan nilai kerugian negara yang sangat fantastis mencapai kurang lebih sebesar Rp 22,78 triliun.

Untuk menutupi kerugian negara dalam kasus korupsi jumbo tersebut, sejumlah asset Asabri disita. Salah satunya adalah ACC Ambon.

Hal ini dibenarkan Kepala Kejari Ambon Dian Frits Nalle saat dikonfirmasi wartawan di aula kantor Kejari Ambon, Senin (1/11/2021).

“Kalian sudah tahu?. Nanti gini aja, pas nanti eksen (Kejagung lakukan penyitaan) semua turut saya undang,” katanya.

Baca Juga  HUT Ke-75 RI, Murad Ismail Ajak Warga Maluku Keluar dari Kesulitan

Ia mengaku saat ini dirinya sedang kedatangan tamu dari Kejagung RI.

“Maaf saya tidak bisa lama, karena sementara ada tamu dari Kejagung. Nanti kalau pas eksen saya undang teman-teman,” tambahnya.

Sebagaimana diberitakan media ini sebelumnya, Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Supardi mengatakan, satu tim penelusuran aset tersebut untuk memproses penyitaan tersangka Teddy Tjokrosaputro. Namun, tidak dijelaskan rinci kapan tim diberangkatkan.

“Ini tim mau diberangkatin lagi ke Ambon terkait (aset) tersangka TT,” ujarnya Sabtu (30/10/2021) akhir pekan lalu.

Menurut Supardi, aset yang akan disita berupa mall. Kendati demikian, dia juga tidak dapat membeberkan apa nama mal tersebut. Sementara, terkait dengan mall di Ponorogo City Center yang disita, penyidik telah menemukan solusi atas kendala penyitaan tersebut.

Baca Juga  Pangkogabwilhan III: Keberhasilan PON XX 2021 Akan Jadi Kebanggaan Masyarakat Papua

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, mal tersebut berdiri di tanah pemerintah meski bangunannya milik tersangka Teddy Tjokrosaputro. “Kalau kontraknya masih lama, akan kita sita dengan biaya sewa yang masuk ke negara,” ucapnya.

Terakhir, penyidik juga melakukan penyitaan terhadap tanah di Sumbawa, vila di Bali dan mal di Tanjung Pinang milik tersangka Teddy Tjokrosaputro. Seluruhnya masih dalam proses penghitungan nilai untuk pengembalian kerugian negara.

Menurut Supardi, dalam kasus ASABRI berkemungkinan ada tersangka baru setelah berkas perkara tersangka korporasi diserahkan ke jaksa penuntut umum (JPU). Pelimpahan ditargetkan akhir bulan ini.

Sejauh ini, nilai kerugian negara kasus ASABRI mencapai Rp22,78 triliun. Sayangnya, penyidik baru memperoleh aset sitaan senilai Rp15,2 triliun. (keket)