Modus penyelundupan narkoba melalui komoditas pertanian belum ada di Ambon

oleh -34 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon :Semakin lihainya para pengedar dan pemakai narkoba menyelundupkan barang haram dimaksud ke suatu daerah, memaksa aparat pemeriksa yang berwenang untuk lebih teliti terhadap barang masuk maupun keluar dari suatu daerah.

Tanggung jawab pencegahan maraknya peredaran narkoba ini, bukan saja sepenuhnya dilimpahkan ke pundak Badan Narkotika Nasinal (BNN), tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh pihak.

Salah satunya yang turut bnahu membahu dalam pencegahan ini yakni Stasiun Karantina Pertanian (SKP) Kelas IIA Ambon.

Hal ini dibenarkan Kepala SKP Kelas I Ambon, Jumrin,SP,M.Si, saat dikonfirmasi di sela-sela sosialisasi pencegahan peredaran narkoba, di Kantor SKP Ambon, Selasa (30/1).

Menurutnya, sosialisasi pencegahan peredaran narkoba sendiri bertujuan agar petugas karantina dapat memahami modus-modus penyelundupan narkoba, serta dapat memahami jenis narkoba dan penyelundupan via komoditas pertanian.

Baca Juga  Kasus dugaan Penistaan Agama Anggota DPRD Kepsul, Sinaryo Thes: Saya Serahkan pada BK

Begitupun petugas itu sendiri juga perlu dibekali pemahaman dan pengetahuan tentang narkoba.

”Sehingga sangat mudah bagi para oknum untuk beroprasi dan sangat tidak dibayangkan hal ini.  Sehingga ,ini juga merupakan tanggung jawab kita bersama, bukan saja tanggung jawab dari pada BNN,” ujarnya.

Belakangan, akunya, trend penyelundupan narkoba ke suatu wilayah dengan menggunakan komoditas pertanian sebagai kedok belaka.

”Bersyukurnya hal ini belum dan jangan sampai terjadi di Ambon. Ini baru ditemukan di DKI Jakarta dan pada Cengkareng itu sendiri sudah seringkali. Meskipun belum ditemukan di Ambon modus seperti ini, tapi perlu di lakukannya sosialisasi dan kewaspadaan,” jelasnya.

untuk menunjang tujuan mulia tersebut, jelasnya, pihaknya juga melakukan pemeriksaan urine kepada 30 pegawai yang dinaungi SKP Kelas I Ambon.

Baca Juga  Temukan Kerangka Manusia, Warga Pesisir Bekas Tambang Cinabar Geger

”Dalam menjalankan tugas, kita harus sehat jasmani dan rohani,” singkatnya.

Selain itu, tambahnya, pemeriksaan urine ini juga perlu dilakukan mendadak, sehingga aparat yang dinaungi lembaga dimaksud benar-benar taat asas dan aturan.

”Tes urin yang dilakukan juga mendadak. Seandainya tes urin yang dilakukan ada kedapatan pegawai yang positif maka akan ditindak sesuai perundang-undangan,” pungkasnya. (katherin)