Morotai Catat 22 ODP Corona

oleh -370 views
Link Banner

Porostimur.com | Morotai: Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanggulangan Bencana Covid-19 Kabupaten Pulau Morotai Maluku Utara menetapkan 22 Orang Dalam Pengawasan (ODP) Corona. Sabtu (28/3/2020). 

Keputusan itu dibeberkan oleh juru bicara Satgas Covid-9 Pulau Morotai, dr Tony melalui rilisnya usai merekap data penjaringan di seluruh pintu masuk maupun di puskesmas puskesmas yang ada di Morotai.

“Untuk status ODP yang sebelumnya kita menetapkan belum ada, sesuai 
protokol kita yang merujuk dari protokol Kemenkes. Tapi, setelah dikeluarkan protokol penetapan ODP oleh Satgas COVID-19 Provinsi Maluku Utara. Maka, kami juga langsung menyesuaikan dengan protokol SOP penetapan ODP dan sampai hari ini  kita telah menetapkankan 22 ODP di Pulau Morotai,” terang dr Tony. 

Baca Juga  Wakapolda Maluku Cek Kondisi Para Tahanan Polsek Baguala

Tony menjelaskan, fakta menunjukan terus meningkatnya kasus positif COVID-19 di Indonesia, membuat pemerintah Kabupaten Pulau Morotai langsung mengambil langkah cepat dengan menaikkan satu level protokol pencegahan dan penanggulangan wabah COVID-19 dengan berbagai tindakan preventif.

“Tindakan yang diambil adalah melakukan sterilisasi dan melakukan karantina sehat di hotel-hotel untuk seluruh penumpang yang masuk ke Pulau Morotai baik lewat udara maupun lewat laut,” katanya 

Tony menambahkan, bagi yang di karantina bila ditemukan gejala sakit yang mengarah ke COVID-19 maka akan dilakukan perawatan di Gedung Miamari dengan status ODP (Orang Dalam Pemantauan).

Melansir suaraindonesia, Tony menyebutkan, 20 ODP yang berada di Morotai tersebar di beberapa desa dan 2 ODP yang saat ini menjalani perawatan di Gedung Miamari yang dijadikan tempat sementara untuk perawatan ODP COVID-19.

Menurut dr Tony, bila dalam pemantauan ODP COVID-19 di Gedung Miamari keadaannya memburuk  maka akan dirujuk ke RSUD  untuk diisolasi dengan status PDP (Pasien Dalam Pengawasan). bila kesehatannya tidak menunjukan perubahan. maka  segera dirujuk ke RSUD Chasan Boesoerie sebagai rumah sakit rujukan COVID-19 di Provinsi Maluku Utara.

Baca Juga  Truk Pengangkut 200.000 iPhone Terguling dan Terbakar

“Rujukan itu sudah pasti dengan menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.” pungkasnya. (red/rtm/sic)