Motif Terbakarnya Kapal KM Hentri I Belum Dapat Dipastikan

oleh -46 views
Link Banner

Porostimur.com | Tual: Peristiwa terbakarnya KM. Hentri I yang terbakar di perairan Tanimbar Kei pada tanggal 03 September 2021, hingga kini belum diketahui secara pasti.

Pernyataan ini disampaikan Kasatreskrim Polres Maluku Tenggara, Iptu. Hamin Siompo dalam keterangan tertulisnnya yang di terima Porostimur.com, Selasa (14/9/2021).

Dalam kronologis yang terima, KM. Hentri I, merupakan kapal tangkap cumi dinakhodai oleh Cing Kun yang bertolak dari Pelabuhan Muara Angke Jakarta pada tanggal 18 Agustus 2021 pukul 24.00 WIB dengan tujuan (Fishing Ground) tempat pemancingan di Merauke, Provinsi Papua.

Namun dalam perjalanan pada tanggal 03/09/21 kapal tersebut mengalami kendala sekitar pukul 05.00 WIT, dimana terjadi percikan api pada bagian mesin bagian tengah dek kapal.

Melihat kejadian itu, Ardian Rahman alias Aldi yang juga wakil nahkoda, langsung melaporkan kepada Nahkoda dan seluruh Anak Buah Kapal (ABK), dan seluruh ABK bergegas menyelamatkan diri di bagian tengah Kapal.

Baca Juga  Walikota Ambon Lantik Kepala Pemerintahan Negeri Leihari

Melihat kondisi Kapal telah terbakar sebagian ABK melompat ke laut guna menyelamatkan diri, namun tidak pernah muncul.

Hingga terbit matahari sekitar pukul 07.00 yang terlihat lima ABK yang muncul di permukaan laut termasuk Aldi, dalam keterangan.

Pada tanggal 06/09/21 sekitar pukul 01.00 ada sebuah kapal nelayan mencari telur ikan yang menyelamatkan kelima awak kapal naas tersebut ke sebuah desa di Tanimbar Kei.

Setelah mendapat pertolongan, tepatnya pada tanggal 07/09/21, jam 12.00 ke lima ABK di jemput oleh Tim gabungan Basarnas.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres telah memeriksa sekaligus mengambil keterangan dari kelima ABK KM. Hentri I masing masing 1. Ardian Rahman alias Aldi Wakil Nahkoda, 2. Angga Pramudia Wakil KKM, 3. Hengki Kurniawa alias Hengki (ABK), 4. La Asri alias Asri (ABK) dan 5. Asep Suryana (ABK).

Baca Juga  Pemerintah Kota Ambon Minta Maaf ke Warga Rumah Tiga

Berdasarkan keterangan dan fakta yang ada, pihak Polres hingga kini belum dapat memastikan motif terjadinya musibah tersebut, karena sampai pada saat terjadinya musibah tersebut, seluruh ABK dalam kondisi rukun dan tidak ada perselisihan di antara mereka, sehingga diduga kuat kejadian tersebut adalah murni sebuah musibah yang tidak direkayasa. (saad)

No More Posts Available.

No more pages to load.