Muhammad Ilyas Bin Hamid Resmi Dilantik Sebagai Sekda Buru

oleh -255 views
Link Banner

Porostimur.com | Namlea: Bupati Buru, Ramly Ibrahim Umasugi, SPI, MM, secara resmi melantik dan mengambil sumpah Muhammad Ilyas Bin Hamid, SH, MH, sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Buru, Rabu (30/12/2020), pagi tadi.

Pelantikan yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Buru itu, berjalan di bawah prosedur kesehatan Covid-19.

Semua undangan yang hadir diwajibkan mengenakan masker dan mencuci tangan dengan handsanitizer sebelum memasuki ruangan pelantikan.

Kursi di dalam Aula Kantor Bupati juga diatur berjarak, sehingga tamu undangan tidak duduk berdekatan.

Ilyas Bin Hamid, adalah putera kelahiran Desa Ubung, Kecamatan Liliyali, Kabupaten Buru.

Ilyas Bin Hamid SH MH sebelumnya telah melaksanakan tugas sebagai pelaksana tugas Sekda, menyusul Sekda Drs Ahmad Assagaf MSc ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus tindak pidana korupsi.

Ilyas Hamid yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perkotaan dan Pemukiman ini dinilai cakap dan layak untuk ditetapkan sebagai sekda difinitif.

Menjabat sebagai Plt. Sekda, mantan wartawan dan aktivis LSM ini lalu mengikuti seleksi jabatan tinggi pratama sekda Buru. Namanya pun lolos dalam seleksi tersebut.

Selain Ilyas Hamid, ada satu nama lagi yaitu Asis Latuconsina SE yang juga lolos seleksi dan berada di urutan kedua.

Beberapa sumber terpercaya menyebutkan, masuknya nama Asis Latuconsina di bursa Sekda Buru ini kemudian digadang-gadang akan menjadi Sekda Buru yang direstui Gubernur Murad Ismail.

Asis yang disebut punya hubungan link dekat dengan gubernur itu, kalah saing dengan Ilyas Hamid saat seleksi di tim Pansel yang diketuai Kasrul Selang ST MT.

Baca Juga  Pangdam Pattimura Gelar Audiensi dengan Tokoh Masyarakat

Namun Gubernur Murad Ismail menetapkan Asis Latuconsina sebagai sekda dengan menerbitkan surat tertanggal 2 Desember 2020.

Karena itu, Ramly Umasugi kepada para wartawan usai melantik Ilyas Hamid menjelaskan, sesuai dengan ketentuan UU dan peraturan dari KASN, hubungan dirinya selaku bupati dengan Murad Ismail selaku gubernur, terkait dengan usulan jabatan sekda, sifatnya adalah konsultasi.

“Kita konsultasikan dua nama. Dua nama itu disampaikan kepada gubernur dengan semua persyaratan kemudian disampaikan kepada KASN,” tukasnya.

Ramly bilang, dari dua nama itu setelah mendapat persetujuan, lalu ia selaku bupati mengusulkan lagi satu nama dengan kriteri-kriteria. “Nah, satu nama itu beta usulkan untuk kemudian dilantik menjadi sekda,” papar Ramly.

Satu nama yang diusulkan sebagai sekda bukan jagoan Gubernur Murad Ismail, sebagaimana surat tertanggal 2 Desember 2020.

“Tetapi tidak tahu kenapa, kemudian gubernur menurunkan nama yang bukan beta usulkan. Itu kan keliru,”urai bupati.

Menyikapi surat Murad Ismail, Ramly memilih untuk tidak berdebat atau konfrontasi langsung. Ia justru menyurati Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) di Jakarta.

“Namun beta tidak mau berdebat dengan gubernur, sehingga beta minta pendapat dari KASN tentang telaah-telaah aturan yang berlaku,” ungkap Ramly.

“Kemudian dari KASN mengeluarkan telaah sesuai aturan dan sebagainya dengan undang-undang, pasal sekian pasal sekian dan sebagainya, maka yang dilakukan oleh saya sebagai bupati buru seluruhnya sudah sesuai dan sah,” sambung Ramly.

Baca Juga  Begini Pendapat Ketua Dewan Pers Soal Karikatur Nabi

Surat dari KASN Nomor 2B-4271/KASN/XII/2020 tanggal 21 Desember 2020 memberi ruang kepada Ramly Umasugi selaku Bupati Buru untuk tetap melantik Ilyas Hamid selaku sekda.

“Dan KASN menurunkan surat supaya beta melantik pak Ilyas Hamid yang tadi baru selesai dilakukan,” akui Ramly.

Satu sumber menyebutkan, rekomendasi KASN tanggal 31 Desember 2020 itu, tidak harus terjadi kalau seandainya gubernur mengikuti Surat rekomendasi KASN Nomor 2B-3352/KASN/XI/2020 tanggal 4 November 2020 perihal rekomendasi atas hasil seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama, Sekda Buru.

Kata sumber ini, gubernur baru tahu kalau langkahnya keliru setelah tersiar kabar Ilyas Hamid tetap dilantik tanggal 30 Desember 2020.

“Akhirnya tanggal 29 Desember 2020 pak gubernur baru menerbitkan surat pengantar untuk pak Ilyas Hamid tetap dilantik jadi sekda difinitif, dan ikut disebutkan dalam petikan SK perihal pelantikan sekda Buru,” kata sumber ini.

Sementara itu, bupati dalam sambutannya usai melantik Ilyas Hamid mengatakan, kalau berbagai tantangan dan rintangan yang dihadapi, baik selama kita berada dalam kondisi kekosongan jabatan Sekretaris Daerah, sampai dengan pelaksanaan seleksi hingga proses pelantikan saat ini, menjadikan kita jauh lebih teliti dan jauh lebih siap serta berhati-hati dalam setiap proses pengambilan keputusan.

Ditegaskan, pengisian Jabatan Sekretaris Daerah, yang merupakan jabatan strategis, telah melalui berbagai tahapan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Seluruh proses koordinasi, baik dengan pihak provinsi selaku perwakilan pemerintah pusat di daerah, serta Kementerian Dalam Negeri dan Komisi Aparatur Sipil Negara, telah dilakukan dengan memperhatikan seluruh aspek legal formal.

Baca Juga  Pastor Marthin Kuayo Pr Minta Kelanjutan Otsus Papua Perlu Dibicarakan Bersama

“Bahkan untuk pelaksanaan pelantikan ini, kami telah mendapat dua Surat Rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara yang menegaskan bahwa seluruh langkah yang kami ambil sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian, telah benar dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-.undangan, dan Surat Persetujuan dari Gubernur Maluku untuk melantik Sekretaris Daerah Kabupaten Buru,” ucap Ramly.

“Dengan pertimbangan itulah kami melaksankan proses pelantikan dan pengambilan sumpah Sekretaris Daerah guna melaksanakan amanat Undang-undang, serta untuk memberikan kepastian dalam pelaksanaan penyelenggaraan birokrasi dan pelayanan publik kepada masyarakat di negeri Bupolo tercinta,” lanjut Ramly.

Ramly juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Maluku yang telah memberikan persetujuan untuk pelaksanaan pelantikan ini.

Terima Kasih secara khusus disampaikan kepada Kasrul Selang, S.T. M.T., Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, selaku Ketua Panitia Seleksi, serta Anggota Pansel yaitu :Drs. Jasmono, M.Si. DR. Moh Sehol, Saudara Syaiful Rachman, S.H. M.H dan saudara M. Taib Warhangan, S.H., M.H. yang telah melaksanakan proses seleksi dengan baik sehingga memberikan output yang optimal bagi bupati sebagai user. (ima)