Muhammadiyah: Ali Ngabalin Keliru Besar, Mengukur Orang Lain Dengan Dirinya

oleh -13 views

Porostimur.com | Jakarta: Fungsionaris Muhammadiyah ini menjawab Ali Mochtar Ngabalin yang menyinggung Din Syamsuddin. Ngabalin menyebut Din tidak malu karena pernah menerima jabatan Utusan Khusus Presiden Jokowi untuk Dialog dan Kerja Sama Antar-Agama dan Peradaban.

Adalah Wakil Ketua Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah, Nadjamuddin Ramly, yang menjawab sorotan Ngabalin terhadap Din, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah.

“Prof Din meminta berhenti, sampai dua kali minta berhenti (dari jabatan Utusan Khusus Presiden Jokowi). Kali pertama minta berhenti, Presiden Jokowi memintanya bertahan. Baru setelah itu beliau benar-benar minta berhenti,” kata Nadjamuddin Ramly melansir detikcom, Jumat (25/12/2020).

Nadjamuddin menjelaskan awal mula Din Syamsuddin ditawari jabatan Utusan Khusus Presiden Jokowi. Dia mengatakan Din juga sempat dua kali menolak tawaran itu.

Baca Juga  LSM Asing Soroti Suku Asli Hongana Manyawa di Halmahera Minta Makan ke Pekerja Tambang

“Baru pada pertemuan ketiga, setelah Presiden Jokowi benar-benar memintanya, baru Prof Din menerima dengan beberapa syarat antara lain agar lembaga itu benar-benar difungsikan,” tutur Nadjamuddin.

Maka Din menerima jabatan itu. Namun di tengah jalan, syarat yang diminta Din terasa tidak terrealisasi. Din merasa Istana Kepresidenan tidak bersungguh-sungguh dengan pengoptimalan lembaga Utusan Khusus Presiden Jokowi. Akhirnya Din minta berhenti dari jabatan Utusan Khusus.