Muhammadiyah ke Denny Siregar: Setop Sebarkan Kebencian & Permusuhan

oleh -70 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Pengurus Pusat Muhammadiyah meminta Pegiat Media Sosial, Denny Siregar untuk menghentikan menyebarkan Kebencian & Permusuhan.

Pernyataan ini dilontarkan untuk menanggapi kasus kembali dilaporkannya pegiat media sosial (medsos) Denny Siregar ke polisi atas dugaan tindak pidana penghinaan, pencemaran nama baik, dan perbuatan tidak menyenangkan penggunaan foto tanpa izin.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu`ti mengatakan, Denny seharusnya lebih bijak dalam menggunakan media sosial (medsos).

“Seharusnya semua pihak bisa menahan diri dan berhenti membuat pernyataan melalui media apapun yang berisi ujaran kebencian atau permusuhan kepada pihak lain,” katanya seperti melansir detik.com, Ahad (5/7/2020).

Link Banner

Menurut dia, pernyataan Denny yang tendensius itu tentu bisa memancing kemarahan dari pihak lain.

Baca Juga  Prajurit Yonmarhanlan IX Ikuti Acara Tradisi Penyambutan Dan Pelepasan Komandan Lantamal IX

Hal itu lantaran dia kerap memantau sejumlah penyataan Denny yang bernada kritik cenderung sarkastis kepada kelompok tertentu.

“Saya mengikuti beberapa pernyataan Saudara Denny Siregar yang bernada kritik keras dan sarkastis kepada kelompok tertentu. Sampai pada batas tertentu, kritik itu hal yang wajar dan dapat dimaklumi. Akan tetapi kalau terus menerus apalagi tendensius memang bisa memancing kemarahan pihak lain,” ujarnya.

Kata dia, wajar saja ada pihak yang melaporkan Denny ke polisi. Menurutnya, langkah hukum itu menjadi sesuatu yang tepat.

“Karena itu, kalau ada pihak yang melaporkan ke polisi dan menempuh jalur hukum bisa dipahami. Itu penyelesaian yang elegan,” tuturnya.

Sebelumnya, pegiat media sosial Denny Siregar dilaporkan ke Polres Tasikmalaya atas dugaan tindak pidana penghinaan, pencemaran nama baik, dan perbuatan tidak menyenangkan penggunaan foto tanpa izin.

Baca Juga  Lomba Tembak Piala Kasad 2018, ajang pemilihan penembak berbakat

Denny dilaporkan atas posting-an di akun Facebook-nya pada 27 Juni 2020 berupa tulisan panjang berjudul `Adek2ku Calon Teroris yg Abang Sayang`.

Forum Mujahid Tasikmalaya selaku pelapor mempermasalahkan foto santri cilik Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Ilmi, Tasikmalaya, yang ada dalam posting-an tersebut.

Menanggapi itu, Denny menyatakan tidak melakukan penghinaan. Dia juga mengatakan foto tersebut dipakai sebagai ilustrasi.

“Nggak ada penghinaan. Di tulisan, saya sudah memberikan keterangan: Foto hanya ilustrasi. Saya juga tidak spesifik menyebut itu santri dari mana,” ujarnya. (red/rtm/ljc)