Muhammadiyah ‘Marah’ Din Syamsuddin Dituduh Radikal, Dia Tokoh Moderasi Beragama Dunia

oleh -141 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Pimpinan Pusat Muhammadiyah ‘marah’ atas tuduhan radikal dan pelaporan pada Din Syamsuddin. Sosok Din merupakan tokoh berpengaruh dalam moderasi beragama di Indonesia dan dunia.

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah bereaksi atas aksi Gerakan Anti Radikalisme Alumni Institute Teknologi Bandung (GAR-ITB) yang melaporkan Din Syamsuddin ke KASN.

“Tuduhan itu jelas tidak berdasar dan salah alamat. Saya mengenal dekat Pak Din sebagai seorang yang sangat aktif mendorong moderasi beragama dan kerukunan intern dan antar umat beragama baik di dalam maupun luar negeri,” kata Abdul Mu’ti, Jumat (12/2).

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti menyatakan bahwa laporan dari GAR-ITB itu tidak berdasar.

Din Syamsuddin merupakan tokoh berpengaruh yang terus mendorong moderasi beragama dan kerukunan antar umat beragama di Indonesia dan dunia.

Baca Juga  Mantiri: KM Gandha Nusantara 06 Siap Melayani Penumpang Tujuan Pulau Lembeh

Bahkan, Din Syamsuddin merupakan tokoh yang menggagas konsep Negara Pancasila sebagai ‘Darul Ahdi Wa Syahadah’, tafsir Pancasila menurut Muhammadiyah.

“Pak Din adalah tokoh yang menggagas konsep Negara Pancasila Sebagai Darul Ahdi Wa Syahadah di PP Muhammadiyah,” jelasnya.

“Sampai akhirnya menjadi keputusan resmi Muktamar Muhammadiyah ke 47 di Makassar,” tegasnya lagi.

Tokoh yang pernah menolak jabatan Wamendikbud ini menambahkan, semasa Din Syamsuddin menjadi utusan khusus presiden untuk dialog dan kerjasama antar agama dan peradaban.

Din juga memprakarsai dan menyelenggarakan pertemuan ulama dunia di Bogor.

Dalam pertemuan tersebut lahir “Bogor Message” yang berisi tentang Wasatiyah Islam, Islam yang Moderat.

Bogor Message adalah salah satu dokumen dunia yang disejajarkan dengan Amman Message dan Common Word.

Baca Juga  Peneliti LIPI: Persoalan Indonesia Bukan Radikalisme Tapi Ketimpangan Sosial

“Pak Din adalah moderator Asian Conference of Religion for Peace (ACRP), dan co-president of World Religion for Peace (WCRP). Tentu masih banyak lagi peran penting Pak Din dalam forum dialog antar iman,” kata Abdul Mu’ti.

“Jadi sangatlah keliru menilai Pak Din Syamsuddin sebagai seorang yang radikal,” tegasnya.

(red/pojoksatu)