Muhammadiyah Minta Pemerintah Terbuka Soal Vaksin Covid-19, Ada Apa?

oleh -29 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Pemerintah berencana awal Januari 2021 akan memulai vaksinasi Covid-19 untuk melawan serangan virus Corona. Meski demikian, soal kehadiran vaksin Sinovac asal China ini masih diperdebatkan oleh publik.

Oleh karena itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir meminta pemerintah dan seluruh instrumen di dalamnya bersungguh-sungguh mencari solusi terhadap pandemi Covid-19. Dia berharap ada kebijakan-kebijakan afirmatif yang lebih komprehensif di bidang kesehatan, sosial, ekonomi pada 2021.

“Lebih-lebih yang berkaitan dengan pengadaan vaksin, baik dalam standar kualitas dan keamanan dan kesehatan seluruh warga bangsa maupun dalam aspek-aspek lainnya, yang memerlukan keterbukaan dan keseksamaan,” ujar Haedar dalam refleksi akhir tahun 2020 yang disiarkan di YouTube Muhammadiyah Channel, Jumat (1/1/2020).

Baca Juga  Miliki narkoba, 2 pengawai honorer Pelindo diamankan polisi di Amplaz

Muhammadiyah, kata Haedar, juga siap mendukung sikap dan langkah Presiden Joko Widodo untuk melakukan sosialisasi agar vaksin Covid-19 dapat digunakan pada waktu yang tepat dan dilakukan secara seksama.

“Sehingga tidak menimbulkan masalah dikemudian hari. Kuncinya adalah ketulusan kejujuran transparansi dan kebersamaan dari semua pihak,” jelasnya.

Haedar juga meminta semua pihak agar selalu disiplin mematuhi protokol kesehatan penanganan covid-19. Sebab hingga saat ini angka positif Covid-19 masih terus bertambah.

“Disiplin akan menjadi kekuatan yang paling besar bagi masyarakat Indonesia dalam menghadapi pandemi ini. Kita harus bersimpati dan berempati pada para tenaga kesehatan yang begitu berjuang siang dan malam bagi rumah sakit dan dipusat-pusat pelayanan covid-19,” katanya.

“Jika kita tidak menyertai mereka dengan disiplin sosial yang tinggi dan mengikuti protokol kesehatan beban mereka sangat berat dna lebih daei itu dengan disiplin InshAllah kita akan mengoptimalkan ikhtiar kita untuk bisa mengatasi pandemi covid-19 ini,” tutup Haedar. (red/ljc)