MUI Malut Diminta Bersikap atas Dugaan Pemalsuan Identitas Agama Anggota DPRD Kepulauan Sula

oleh -88 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Laskar Bela Sula Institut (LBSI) menggelar aksi unjuk rasa, meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maluku Utara agar memproses FP, oknum Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Sula yang diduga melakukan penipuan identitas agama.

Aksi yang digelar pada Jumat pagi (7/2/2020), di depan Masjid Raya Almunawar Ternate ini, menggunakan satu unit mobil pick up dilengkapi pengeras suara.

Massa aksi membeberkan awal kejadian, saat FP melakukan penipuan identitas atasi agama yang dianut.

Koordinator aksi, Nuranisa Fataruba, kepada media pers di sela-sela aksi unjuk rasa mengatakan, FP adalah seorang nasrani yang mengaku muslim.

FP kemudian menikah dengan seorang perempuan muslim di Kecamatan Patani Utara, Halmahera Tengah dengan menggunakan tata cara muslim.

Baca Juga  PT. NHM Bagikan APD Penanganan Covid-19 di Halbar

“Menurut keterangan salah satu pihak keluarga perempuan, FP mengaku telah memeluk agama Islam, naming bukti berupa KTP katanya tak bawa. Sempat terjadi keributan karena pihak keluarga meragukan agama yang dianut FP,” ujar Nuranisa.

Aktivis HMIwati yang akrab disapa Nisa ini bilang, ketika usai menikah, FP kembali ke Sanana. Saat di Sanana, ia masih melakukan aktivitas gereja. Keluarga perempuan, kata dia, berencana ke Sula.

“Mereka (keluarga) akan menjemput adik perempuannya,” jelasnya.

Pihaknya mengaku sudah mendapat keterangan dari MUI Kepulauan Sula, bahwa FP yang juga merupakan kader dari Partai Demokrat ini, terbukti melakukan penipuan atas nama agama.

“Kami juga mendesak DPW Demokrat agar mendesak kepada DPD Demokrat Sula untuk menindaklanjuti masalah ini,” tukasnya.

Baca Juga  Gegana Maluku Semprot Kawasan Galala dengan Cairan Disinfektan

Selain berunjuk rasa di depan Masjid Raya Almunawar, massa aksi juga mendatang sekretariat DPD Partai Demokrat Maluku Utara. (red/adhy/cermat)