MUI tegaskan penutupan permanen ”Tanjung Batumerah”

oleh -73 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Keberadaan lokalisasi prostitusi di Tanjung Batu Merah, Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Sirimau, Ambon, memang mengundang berbagai tanggapan dari kalangan masyarakat di Kota Ambon, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Ambon.

Bahkan MUI Kota Ambon dengan tegas meminta agar lokalisasi dimaksud ditutup secara permanen.

Hal ini dibenarkan Ketua MUI Kota Ambon, Muhammad Rahayantel, saat berhasil dikonfirmasi wartawan, Jumat (10/5).

Menurutnya, keberadaan dan operasional lokalisasi dimaksud menuai keresahan dalam masyarakat yang berdomisili di sekitarnya hingga munculnya desakan masyarakat dari berbagai kalangan agar tempat dimaksud ditutup secara permanen.

Link Banner

”Ini adalah kehendak dari dan aspirasi Umat Islam di Kota Ambon yang akan ditindaklanjuti dalam bentuk rekomendasi tertulis yang ditandatangani oleh para imam masjid dan pimpinan Ormas dan OKP di Kota Ambon,” ujarnya.

Baca Juga  BMKG: Gempa di Indonesia Meningkat dalam 5 Tahun Terakhir

Dengan adanya aspirasi masyarakat Muslim Kota Ambon ini, jelasnya, seharusnya dapat ditindaklanjuti oleh pihak yang berwajib, dalam hal ini Kepolisian Resort (Polres) Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease.

Bila perlu, tegasnya, Polres Pulau Ambon segera melakukan upaya penutupan terhadap lokalisasi prostitusi di Kota Ambon tersebut.

”Kami berharap, ini dapat diatensikan dan ditindaklanjuti oleh Pak Kapolres agar eksistensi dan keberadaan lokasi tempat prostitusi tersebut bisa ditutup selamanya,” timpalnya.

Terpisah, Kapolres P. Ambon dan Pp. Lease, AKBP Sutrisno Hadi,S.IK, saat berhasil dikonfirmasi wartawan, membenarkan adanya usulan dimaksud.

Usulan dimaksud, akunya pernah dterima oleh pihaknya sebelumnya.

Diakuinya, hingga saat ini pihaknya masih menunggu surat permohonan penutupan lokasi prostitusi Tanjung Batumerah itu.

Baca Juga  Debut Daniel Maldini, Penerus Dinasti Legendaris Milan

”Nanti ketika surat permohonan dari MUI yang ditandatangani oleh berbagai elemen baik oleh para imam masjid dan pimpinan Ormas dan OKP di Kota Ambon ada, saya yang akan menyurati ke Walikota Ambon terkait permohonan itu, agar kiranya lokalisasi itu bisa ditutup untuk selamanya,” pungkasnya. (keket)