Muldoko Bantah Ada 6 OAP Terbunuh di Deiyai

oleh -39 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko membantah Pemberitaan yang menyebut ada 6 Orang Asli Papua( OAP) tertembak pada aksi demonstrasi yang berubah menjadi kerusuhan di Deiyai, Papua, Rabu (28/8) sore tadi.

“Ini saya cek tadi ke lapangan, ‘Benar nggak, Pangdam, ada yang tertembak 6 orang?’ Justru yang meninggal dari TNI satu orang. Luka dari kepolisian dua orang. Tapi beritanya sudah sampai Reuters, enam masyarakat sipil diberondong oleh aparat keamanan,” ujar Moeldoko di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Moeldoko menyayangkan adanya upaya pembentukan opini di luar negeri terhadap Indonesia. Sebab, informasi tewasnya 6 warga belum jelas.

“Ini memang ada upaya masif membentuk opini di luar yang dilakukan dan konfirmasi kebenarannya masih belum jelas,” katanya.

“Sementara dari Pangdam tadi, karena Pangdam dengan Panglima TNI baru turun dari pesawat, sementara jawabannya seperti itu. Belum ada laporan,” imbuh Moeldoko.

Link Banner

Terkait kerusuhan yang terjadi di Papua, Moeldoko menduga ada pihak yang menggerakkannya. Kelompok tersebut disebut khawatir akan pembangunan yang dilakukan pemerintah di Papua.

Baca Juga  Jubir Kemenag RI Tanggapi Minimnya Anggaran Humas

“Jadi yang sering saya katakan itu memang poros gerakan politiknya sedang masif. Karena yang kemarin saya juga katakan bahwa ada ruang gerak yang sangat ditakutkan oleh kelompok bersenjata maupun poros politik dengan pembangunan yang masif di Papua itu, maka kecemasan yang dihadapi mereka. Dia tidak bisa lagi membohongi rakyat, tidak bisa lagi membohongi dunia luar,” ujar Moeldoko.

Mengenai aksi massa di Deiyai, polisi menyebut 1 anggota TNI tewas akibat terkena panah saat mengamankan aksi. Selain itu, 5 anggota Polri mengalami luka-luka.

OAP gelar aksi di Deiyai Papua

“Satu anggota TNI AD gugur dan lima anggota polisi terluka akibat anak panah,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Rabu (28/8).

Baca Juga  Enam Hari Pasca Gempa, Warga Dusun Uhe SBB Tidak Terurus di Pengungsian

Dedi menjelaskan penyerangan itu terjadi saat aparat mengamankan aksi massa. Polisi menduga penyerang itu dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Sementara itu, berdasarkan penelusuran porostimur.com, informasi tentang tewasnya 6 Orang Asli Papua itu, beredar massif di dunia maya.

Akrivis Papua, Veronica Koman misalnya, menulis pada akun Twitternya @VeronicaKoman bahwa “Keluarga belum bisa ambil jenazah di halaman kantor bupati karena masih dikuasai aparat.

Sedangkan akun Twitter salah satu pimpinan TPNPB-OPM, Goliath Tabuni menulis “Deiyai Papua 6 orang korban sipil oleh TNI/Polri Kolonial Indonesia”.

Baca Juga  Google Meet Sudah Gratis, Durasinya Lebih Lama dari Zoom Cloud Meeting

Tabuni juga menautkan link situs suarapapua.com yang menurunkan berita dengan judul Di Deiyai Aparat Hambur Tembakan 6 Orang Tewas.

Sementara itu, Kantor Berita Al Jazeera News menulis, Setidaknya enam pengunjuk rasa dan satu perwira militer tewas dan beberapa lainnya cedera di Papua Barat setelah pihak berwenang bentrok dengan demonstran, kata saksi mata. (RTL/red/bs)