Murad: Angkat Maluku dari garis kemiskinan

oleh -17 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Maluku masih berada pada posisi keempat sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Indonesia, setelah Papua, Papua Barat dan NTT.

Karenanya, masing-masing warga Maluku, khususnya pemimpin daerah, berkewajiban mengangkat Maluku dari garis kemiskinan dengan kewenangannya sebagai kepala daerah.

Bukan saja mengusung perubahan, tetapi memanfaatkan sumber daya lokal sebagai modal pembangunan, menjadi syarat utama dalam menjalankan roda pemerintahan Maluku.

Hal inni dibenarkan bakal calon gubernur, Murad Ismail, saat berhasil dikonfirmasi Porostimur.com, Jumat (12/1).

Link Banner

Menurutnya, selama ini warga di Maluku lebih mengenal kekayaan sumberdaya perikanan dan kelautannya.

Karenanya, sektor kemaritiman dan perikanan ini bakalan menerima prioritas tertinggi dalam visi dan misi membangun Maluku kedepan.

Baca Juga  Polres Pulau Buru Amankan Tambang Emas Diduga Ilegal

”Kita tau bahwa Maluku kaya akan hasil laut dan kita hidup dari ikan, dari laut. Kita menjadi cerdas dan pintar bukan dengan emas, gas atau pun minyak tetapi karena dari laut,” ujarnya.

Dengan prinsip itu, akunya, tentunya nelayan bakalan mendapatkan porsi kue pembangunan yang jauh lebih besar ketimbang sektor lainnya.

”Insya Allah niat kita baik, saya dengan Pak Abas ini, Tuhan dengarkan dan merestui langkah kami karena niat kami semata-mata hanya untuk membangun Maluku,” jelasnya.

Meskipun jabatan sebagai Kepala Korps (Kakor) Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian RI (Polri) merupakan jabatan yang sangat strategis dalam struktur kelembagaan Polri, namun dirinya lebih memililh untuk kembali membangun Maluku.

Baca Juga  Cewek Cantik Tanya Soal Poligami: Ustaz Abdul Somad Bilang Begini

”Kenapa saya tinggalkan ini semua dan memilih maju pada Pilgub? Karena saya merasa berdosa kalau saya tidak kembali membangun Maluku. Kesempatan tidak akan datang dua kali. Jika harus menunggu sampai saya pensiun, maka saya tidak akan sampai di sini sekarang ini,” tegasnya.

Adanya networking yang sudah terjalin dengan baik dengan pengusaha hingga kementerian sekalipun, tambahnya, bisa menjadi peluang untuk membanggun Maluku kedepan lebih baik lagi.

Karena itu, diharapkannya seluruh elemen penyelenggara Pilkada Serentak jilid III bisa mengedepanka  netralitasnya, sehingga Pilgub Maluku, Pilbup Malra dan Pilwako Tual berjalan dengan aman, damai dan lancar tanpa halangan.

”Saya dan Pak Barnabas Orno pun kami tidak happy. Dan saya tidak senang kalau saya menang dalam dengan cara-cara yang curang dan saya juga tidak mau dicurangi. Dan saya juga tidak menginginkan anggota kepolisian membela saya dan mencari-cari kesalahan orang, tidak perlu. Yang penting berlaku jujur kepada semua konsestan, itu sudah menjadi harapan kami,” pungkasnya. (katherin)