Murad Bakudapa SKK Migas Bahas Blok Masela

oleh -133 views
Link Banner

@porostimur.com | Jakarta: Menindaklanjuti persetujuan POD (Plan of Development) LNG Abadi pada Blok Masela antara Pemerintah RI dan INPEX Coorporation, Pemerintah Provinsi Maluku dipimpin langsung Gubernur Maluku Irjen Pol. (Pur) Drs. Murad Ismail melakukan pertemuan dengan pihak SKK Migas dan INPEX sebagai operator. Rabu (24/7) di Jakarta.

Murad berharap, dengan beroperasinya Blok Masela, maka akan tercipta multiplier effect bagi industri pendukung dan turunan di dalam negeri dalam rangka mendukung perekonomian nasional, termasuk menggenjot ekonomi daerah dan mendatangkan income bagi Maluku.

Sebagaiaman diketahui, Inpex Masela Ltd., anak usaha Inpex Corporation, telah menerima persetujuan secara resmi dari Pemerintah Indonesia mengenai revisi PoD Masela.

Baca Juga  Hadiri Rapat Kerja Dengan DPRD Maluku, Sekprov Bilang Vaksinasi Mulai 15 Januari

Inpex akan membangun kilang gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) darat dengan kapasitas 9,5 juta ton per tahun dan gas pipa sebanyak 150 MMscfd.

Investasi di Blok Masela diperkirakan mencapai US$42 miliar hingga 2055. Investasi yang disebut oleh Jokowi sebagai yang investasi yang memiliki dampak terbesar setelah Indonesia merdeka ini diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan sebanyak puluhan ribu pekerjaan.

Investasi ini diharapkan juga dapat menghasilkan dampak berganda ke perekonomian setempat.

‎Total kapasitas produksi gas yang akan diproduksi oleh Inpex setiap tahunnya adalah sebesar 10,5 juta Metrik Ton (MT) per tahun dengan rincian sebanyak 9,5 juta MT per tahun untuk gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) dan sebanyak 150 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) disuplai untuk kebutuhan domestik.

Selain itu,lapangan gas abadi Maselajuga memproduksi kondensat dengan produksi rata-rata perhari 35 ribu barel per harui (bph) yang akan mulai berproduksi ditargetkan pada tahun 2027.

Baca Juga  Kelelahan Menangani COVID-19, Menkes Belanda Mengundurkan Diri

Presiden Jokowi sendiri mengatakan pemerintah Indonesia akan mengawal proyek itu. “Saya sudah sampaikan kemarin kepada Inpex, saya minta local content [konten lokal] setinggi-tingginya, penggunaan tenaga kerja karyawan dari daerah lokal dan Indonesia juga sebanyak-banyaknya,” kata Jokowi. (red)