Nasib Mantan Rezim Terlama Kazakhstan, Dulu Dipuja-puji Kini Dihujani Caci Maki

oleh -80 views

Porostimur.com, Astana – Selama berpuluh tahun, Nursultan Nazarbayev menikmati manisnya puja-puji rakyat Kazakhstan. Sebagai presiden pertama yang berkuasa selama hampir tiga dasawarsa, dia selalu dielu-elukan rakyat dalam berbagai acara kegiatan dan wajahnya terpampang di banyak papan iklan di seantero negeri.

Ketika dia memutuskan mundur pada 2019, Nazarbayev masih mampu menunjuk penggantinya, Kassym-Jomart Tokayev, dan mempertahakan cengkeraman kekuasannya sebagai Ketua Dewan Keamanan yang berkiprah menentukan arah kekuasaan di balik layar. Dia mendapat julukan Elbasy atau pemimpin negara.

Astana, ibu kota negara yang dia perintahkan untuk dibangun di hamparan padang rumput Kazakhstan bahkan diganti namanya sebagai bentuk penghormatan kepada sang pemimpin.

Bagi Nazarbayev, dia tampaknya sudah menemukan jawaban atas masalah yang menghantui para pemimpin di kawasan bekas pecahan Soyvet itu: bagaimana mundur dengan elegan di masa tua tanpa mengalami risiko perlawanan.

Namun peristiwa yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini sepertinya memberikan pelajaran yang berbeda. Patung Nazarbayev yang seharusnya dianggap sebagai warisan kejayaan kepemimpinannya, dirubuhkan oleh demonstran. Bukannya meneriakkan “Elbasy”, massa yang marah justru menyebut “Shal ket” atau berarti “orang tua minggirlah”.