Nelayan Desa Tuada Panen Ikan Teri di Bulan Puasa

oleh -170 views
Link Banner

Porostimur.com | Jailolo: Nelayan Desa Tuada, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat sedang beruntung. Belakangan ini, tanpa jauh-jauh melaut mereka bisa memperoleh ikan dalam jumlah besar.

Sudah empat hari ini panen raya ikan jenis teri. Sebelumnya sudah hampir satu tahun ikan teri tidak pernah keluar. “Ikan sepi sudah lima bulanan. Kalau ikan teri sudah satu tahunan, baru muncul lagi sekarang,” ujar Adam (30) salah satu nelayan Desa Tuada, kepada porostimur.com.

Adam mengatakan, saat ini setiap nelayan menebar jaring bisa mendapatkan ikan hingga 1,5 ton. Sementara saat musim sepi, nelayan biasanya hanya mendapat 15-30 kilogram. “Kadang malah tidak dapat ikan sama sekali,” ujarnya.

Baca Juga  BPBD Kepsul: 214 Korban Terbakarnya KM Karya Indah Berhasil Dievakuasi

Nelayan Desa Tuada mayoritas menggunakan alat tangkap jaring yang ditarik menggunakan perahu bermotor. “Khasnya di sini pakai jaring tarik. Orang sini menyebutnya baca-baca, ” ujar pria yang sudah menjadi nelayan sejak 15 tahun lalu.

Nelayan Desa Tuada mulai mencari ikan sejak pukul 05.00 WIT dan akan terus mencari selama ikan sedang ramai seperti saat ini. Puluhan ton ikan teri yang didapat nelayan, kemudian dijual dengan kondisi basah. Sebagian ada yang dijual dalam kondisi kering.

“Memang tidak semua nelayan panen, karena rezeki masing-masing. Berkah Ramadan ini “, ujar Jama salah satu nelayan Tuada.

Hasil tangkapan nelayan sudah ditunggu warga di bibir pantai, mereka menanti dengan membawa tempat pengisian ikan.

Di dalam perahu para nelayan juga telah menyiapkan alat ukur bernama waber sebagai tempat ukuran untuk mengukur ikan yang akan dibagikan kepada warga dengan ukuran yang ditentukan oleh nelayan.

Baca Juga  H+5, DPRD Kota Ambon dan Maluku sama-sama sepi

Setelah mengambil ikan teri, warga mulai menjemur ikan teri di sepanjang jalanan desa. Proses pengeringan ini dilakukan sehari penuh jika hujan tak menghalangi.

Setelah dijemur, ikan teri ini lalu dipasarkan ke desa tetangga maupun di Kota Jailolo.

Setelah ikannya laku terjual, uang hasil penjualan akan dibagikan ke nelayan dan untungknya dijadikan kebutuhan keseharian mereka. (red)