Nelayan Sanana Terima Lebih Dari Rp1.3 Miliar Dana Premium

oleh -241 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Nelayan tuna sirip kuning yang tergabung dalam kelompok Nelayan Fair Trade di Maluku di Pulau Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, telah berhasil mengekspor 324 199 kg ton ikan ke pasar Amerika, dengan total dana premium yang telah dikumpulkan sebanyak lebih dari Rp.1,3 miliar. Dana premium yang terkumpul tersebut adalah untuk periode 2018 hingga Agustus 2019.

Direktur Eklusif Yayasan MDPI, Saud Tampubolon, di Desa Bajo Sanana, Rabu (16/10/2019), mengatakan dari total jumlah dana premium sebanyak Rp.1,3 Miliar, tersebut sudah dipakai oleh kelompok nelayan sebesar Rp.81.950.000. Sedangkan proposal rencana pembangunan dana premium yang saat ini diajukan untuk dicairkan pada Oktober 2019 ini berasal besarnya mencapai Rp.1.085.547.500.

“Tiap kelompok nelayan sudah melakukan pertemuan perencanaan pembangunan dana premium dalam rapat umum 16 Oktober ini Rencananya akan dimintakan persetujuan dalam tingkat komite,” kata saud.

Baca Juga  Kodam XVI/Pattimura Gelar Karya Bakti Pemuda 2019

Saud juga mengatakan bahwa di Pulau sanana terdapat tiga kelompok Nelayan Fair Trade atau biasa disebut dengan Fisher Acociation (FA). Ketiga kelompok tersebut adalah Tuna Bajo, Sang Jaya, dan Berkah Tuna. Ketiganya terbentuk sejak 1 tahun lalu dan saat ini total nelayan yang bergabung sebanyak 109 orang.

Dana premium kata Saut, merupakan insentif yang diberikan oleh organisasi pembeli ikan produk partai di Amerika Serikat. Setiap kg yang lulus hasil uji lab dan masuk dalam kontainer pengiriman berhak mendapat USD30 cents, senilai dengan Rp.3900 per kg loin tuna beku.

Dana premium yang terkumpul tersebut selanjutnya akan ditransfer langsung ke rekening Komite Nelayan Fair Trade bukan ke individu nelayan. Pemanfaatannya juga harus atas persetujuan anggota kelompok.

“Pemanfaatannya bisa untuk tabungan pendidikan anak pembangunan infrastruktur peralatan kesejahteraan melaut ataupun hal-hal lain yang lain yang diputuskan dalam rapat kelompok yang keputusannya harus diambil secara korum, ” lanjut Saud.

Baca Juga  Lion Air Turunkan Harga Tes PCR, Jadi Rp 285.000, Antigen Hanya Rp 35.000

Sementara itu, Bupati Kepulauan Sula Maluku Utara Hendrata thes, mengatakan sangat menyambut baik adanya kelompok nelayan Fair Trade di wilayahnya. Terlebih dengan adanya dana premium yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.

“Diharapkan dengan adanya kelompok nelayan treated dan dana premium yang dicairkan ini bisa membantu untuk meningkatkan kesejahteraan para nelayan,” katanya saat menghadiri rapat umum.

Ketua Komite Nelayan Friday Sanana, Paudino Usman mengaku memang penggunaan dana premium yang dicairkan pada 16 Oktober ini sudah melalui kesepakatan dan rapat dari masing-masing kelompok.

Penggunaannya diantaranya adalah untuk menyambung pembangunan masjid di Desa Bajo pengadaan alat kebutuhan memancing nelayan GPS ke kulkas freezer untuk membutuhkan tabungan deposito anak Sedangkan untuk di bagian program lingkungan adalah pembangunan sarana sanitasi keluarga WC dan speak anak termasuk dana untuk pendataan ikan dan kampanye keberhasilan lingkungan mengenai “ecobrick” untuk mengatasi sampah plastik.

Baca Juga  DPRD Nilai Lelang Jabatan Sekot Ambon Cacat Prosedural

“ini adalah pencarian untuk yang kedua kalinya bagi kelompok-kelompok nelayan yang ada di sana ,” katanya.

Untuk diketahui rapat umum komite nelayan Fair Trade Sanana pada 16 Oktober ini dilaksanakan di desa Bajo Sanana.

Turut hadir dalam rapat tersebut adalah Bupati Kepulauan Sula Hendrata Thes, Koordinator Fair Trade Maluku Utara Yayasan MDPI, Widya Ardianti, Perwakilan Pemegang Sertifikasi Fair Trade CTP, Bas Zaunbrecher, serta para tamu undangan lainnya.

Pulau Sanana itu sendiri termasuk dalam area proyek USAID yang meliputi Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 715 di Indonesia.

Selama ini Yayasan MDPI dan didukung oleh proyek USAID SEA bersama mitra lainnya terus berupaya untuk mendukung dan mewujudkan perikanan tuna skala kecil yang berkelanjutan. (ebot)