Neraka dijadikan candaan dalam video AI (artificial intelligence) tengah viral di platform media sosial. Dalam video-video tersebut diperlihatkan bahwa neraka seperti tempat seru dan lucu. Sudah seperti itukah orang-orang mengolok-olok neraka ? Bagaimana pandangan Islam tentang hal tersebut?
Beberapa ulama mengatakan keprihatinan dan kesedihannya. Seperti yang diungkap Ustaz Adi Hidayat, Buya Yahya, dan ustaz Syamsul Hidayat. “Sekarang saya kok bingung ya, neraka bisa menjadi candaan gitu? Banyak orang kaya ke neraka. Kayaknya ber AC nih di neraka. Neraka kok jadi candaan gitu, kok bisa gitu ya? Padahal neraka itu ditampilkan diksinya dalam Al Quran sebagai ancaman yang mengerikan. Jangan diubah!” ungkap Ustaz Adi Hidayat seperti ditampilkan dalam reel instagram Sahabat Surga.
Begitu juga dengan Buya Yahya. Pimpinan Pondok Pesantren Al Bahjah Cirebon ini menilai, ada kecenderungan di masyarakat untuk menjadikan neraka bahan candaan, yang tidak hanya tidak pantas tetapi juga berpotensi menimbulkan dosa. “Banyak orang bercanda dengan mengatakan hal-hal seperti, ‘Wah, asyik di neraka bareng artis’,” ujar Buya Yahya.
Menurut Buya Yahya, menganggap enteng neraka, apalagi menjadikannya bahan lelucon, adalah tindakan yang sangat tidak bertanggung jawab. Sikap ini bisa membuat seseorang terlena dan tidak menyadari dosa yang sebenarnya dilakukan. “Saya minta Anda bayangkan, jika saya membayar Anda untuk berdiri di atas punggung saya dengan setrika panas, pasti Anda tidak mau, bukan? Neraka jauh lebih mengerikan dari itu,” tegasnya.










