Ngopi Bareng Milenial, Semakin Pahit Semakin Nikmat

oleh -25 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Mengisi malam yang dingin di Kota Sanana, Kepuluan Sula, bisa dilakukan dengan ngopi bareng teman-teman sejawat. Selain bersantai, ngopi bareng juga bisa memunculkan kreativitas, inspirasi, dan ajang mengeluarkan serta menyalurkan ide dan gagasan.

Di sebuah warung kopi, Waimua Cafe di bilangan Falahu pantai, Kota Sanana, Sabtu (19/9/2020) semalam, terlihat ramai. Halaman sebuah bangunan berisi meja dan kursi. Lantainya pun diisi bebatuan. Dari kejauhan sejumlah anak muda yang belakangan beken dengan sebutan kaum milenial terlihat asyik duduk bercengkrama. Ya duduk sambil minum kopi.

Ngopi bareng tepatnya. Sembari menikmati malam di kota madu. Calon Bupati Kepulauan Sula, Zulfahri Abdullah Duwila dan sejumlah Tim Pemenangnya tidak mau ketinggalan. Mereka bergabung bersama dengan para anak muda yang merupakan para sinopsis tersebut. Ngobrol sambil ngopi.

Baca Juga  Bahas Kelanjutan Blok Masela, Kepala SKK Migas Temui Gubernur Maluku

Dari warung kopi, Bang Zul berujar beragam kreasi, kreativitas, ide bisa dikelola menjadi pergerakan positif. Berangkat dari pergerakan kopi, kata Bang Zul, ada suatu yang menarik yang dimulai dari budidaya sampai bagaimana bisa diminum. Bang Zul juga mengungkap bahwa siklus kopi ini sangat memberikan kontribusi positif bagi manusia.

Link Banner

“Circle-nya manusia selamatkan kopi, kopi selamatkan hutan, dan hutan kembali menyelamatkan manusia. Satu pohon menyuplai oksigen untuk 10 orang,” ungkap Bang Zul.

Zulfahri mengatakan Kota Sanana harus dijadikan sebagai pusat kreativitas. Sense of creativity, inovasi yang ada dan oleh milenial, dan seniman agar mampu membuat segala sesuatu yang ada di Kepuluan Sula menjadi indah.

Baca Juga  Peserta PKN Bentuk Tim Work

“Kota Sanana jadi pusat kreativitas anak muda, jadi simbol kebudayaan. Karena itu kami datang untuk lebih mengapresiasi. Bukan saja soal kopi, tapi semuanya, baik itu kreativitas, seni, kebudayaan, alamnya, dan lainnya,” kata Bang Zul.

Selain membahas kopi, Zulfahri juga menyinggung tentang kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui SDM Premium yang akan ditingkatkan kualitasnya

“Kita sudah masuk dalam Revolusi Industri jilid 4, sehingga perlu adanya SDM premium agar ke depannya kualitas SDM kita mampu bersaing dengan negara luar,” tuturnya.

“Bentuk nyata SDM Premium adalah membantu anak muda yang ingin melanjutkan S1, S2, dan S3, sehingga ke depannya, anak bangsa di daerah ini, putra-putri Sula mampu membangun daerah ini sesuai dengan sumber daya alam yang kita miliki,” tukasnya.

Baca Juga  Tiga Film Lebanon dengan Jalan Cerita Menarik dan Berlatar Tempat di Beirut

Sementara itu, politisi senior Ari Sangaji menimpali bahwa dirinya juga memang memang pecinta kopi yang sebenarnya. “Pak Jokowi jadi presiden karena minum kopi,” kata Ari sembari tersenyum.

“Ya memang tren minum kopi naik. Karena itu Bang Zul memahami apa yang disenangi anak muda atau para milenial,” lanjut dia.

Ari Sangaji juga mengaku sebagai seorang pecinta kopi. Dulu dia minum kopi pakai gula. Sekarang sudah tidak lagi. “Karena jadi politikus itu kadang-kadang hidupnya pahit,” ungkap Ari bercanda lagi. (red)